Perkembangan Anak Masa Toddler dan School Age
Posted on: 23 October 2016, by : Dokter Muda

Perkembangan dan Lingkungan Anak Usia Dini1

Usia dini merupakan golden age perkembangan anak. Perkembangan anak usia dini dimulai sejak pranatal. Pada saat itu, perkembangan otak sebagai pusat kecerdasan terjadi sangat pesat. Setelah lahir, sel-sel otak mengalami mielinasi dan membentuk jalinan yang kompleks (embassy) sehingga nantinya anak bisa berfikir logis dan rasional. Selain otak, organ sensoris seperti pendengar, penglihatan, penciuman, pengecap, perabaan, dan organ keseimbangan juga berkembang pesat. Sedikit  demi sedikit anak dapat menyerap informasi dari lingkungannya melalui organ sensoris dan memprosesnya menggunakan otaknya.

Teori konvergensi merupakan teori yang mengedepankan perpaduan antara faktor genetis dan pengaruh lingkungan serta melancarkan konsep bahwa anak lahir sebagai unitas 8 multipleks, yaitu lahir sebagai individu yang memiliki lebih dari satu bakat.

Konsep ini diperkuat dengan teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner (2003). Menurut Gardner, biasanya anak memiliki lebih dari satu bentuk kecerdasan, tetapi amat jarang anak yang memiliki kedelapan bentuk kecerdasan tersebut. Selai  itu, ada pemikiran baru yang terkenal antara lain adalah faham konstruktivisme berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, kontekstual Vygotsky, psikososial Erik Erikson, kegiatan bermain Smilansky, dan Bronfenbrenner tentang sosialisasi anak dalam konteks ekologi. Teori ekologi ini mempelajari interelasi antar manusia dan lingkungannya.

Ada 4 (empat) struktur dasar dalam konsep tersebut, yaitu sistem mikro, meso, exo dan makro. Sistem mikro adalah keluarga dan hubungan antara anggauta keluarga. Apabila anak sudah bersekolah maka ia berada dalam sistem meso. Sistem exo adalah setting di mana anak tidak berpartisipasi aktif tetapi terkena pengaruh berbagai sistem seperti pekerjaan orang tua, teman dan tempat kerja orang tua serta berbagai lingkungan masyarakat lain. Sistem makro berbicara tentang budaya, gaya hidup dan masyarakat tempat anak berada. Semua sistem tersebut saling pengaruh-mempengaruhi dan berdampak terhadap berbagai perubahan dalam perkembangan anak.

Dalam delapan tahap perkembangan manusia yang diajukan oleh Erikson2, anak-anak pada masa Toddler dan school age, berada dalam tahap learning initiative versus guilt (purpose) dan industry versus inferiority (Competence). Erikson berpendapat bahwa krisis psikososial ketiga terjadi selama apa yang dia sebut “usia bermain,” atau di akhir masa prasekolah (dari sekitar 3 ½ sampai masuk ke sekolah formal). Selama itu, anak sehat berkembang belajar: (1) untuk membayangkan, untuk memperluas keahliannya melalui bermain aktif dari segala macam, termasuk fantasi (2) bekerja sama dengan orang lain (3) untuk memimpin serta mengikuti. Namun terhalangi oleh perasaan bersalah, yaitu: (1) takut (2) berada di pinggiran kelompok (3) terlalu bergantung pada orang dewasa dan (4) terbatas baik dalam pengembangan keterampilan bermain dan dalam imajinasi.

Selanjutnya, krisis psikososial keempat, terjadi pada masa ‘’usia sekolah” sampai masuk SMP. Di sini, anak belajar untuk menguasai keterampilan yang lebih formal: (1) berhubungan dengan rekan-rekan sesuai dengan aturan (2) maju dari bermain bebas untuk bermain yang rumit terstruktur dengan aturan dan mungkin menuntut kerja sama tim formal, seperti bisbol dan (3 ) menguasai ilmu-ilmu sosial, membaca, aritmatika. Pekerjaan rumah adalah kebutuhan, dan kebutuhan untuk meningkatkan disiplin diri tahunan. Anak yang telah sukses melewati masa krisis psikososial sebelumnya, mendapatkan kepercayaan, otonom, dan penuh inisiatif akan mudah belajar untuk cukup rajin. Namun, anak curiga akan ragu masa depan. Anak yang penuh rasa malu dan rasa bersalah akan mengalami kekalahan dan rendah diri.

Dalam perkembangannya, anak mempunyai berbagai kebutuhan, yang perlu dipenuhi, yaitu kebutuhan primer yang mencakup pangan, sandang, dan ‘papan’ ; serta kasih sayang, perhatian, rasa aman, dan penghargaan terhadap dirinya sebagaimana teori kebutuhan dari Maslow.

Terpenuhinya kebutuhan tersebut akan memungkinkan anak mendapat peluang mengaktualisasikan dirinya dengan menghadirkan pemicu untuk mengembangkan seluruh potensi secara utuh. Pemenuhan kebutuhan dalam perkembangan ini banyak tergantung dari cara lingkungan interaksi dengan anak-anak. Perkembangan anak ditentukan oleh berbagai fungsi lingkungan yang saling berinteraksi dengan individu, melalui pendekatan yang sifatnya memberikan perhatian, kasih sayang dan peluang untuk mengaktualisasikan diri sesuai dengan taraf dan kebutuhan perkembangannya.

  1. A. Transisi Toddler3

Selamat Tinggal Botol

Transisi besar pertama biasanya adalah berpindah dari botol ke cangkir. Pindah dari botol ke gelas penting karena mengurangi kejadian gigi berlubang disebabkan oleh penggunaan botol terutama di tempat tidur bayi, dan juga membantu mempromosikan alignment gigi yang baik.

Pacifiers Anonymous

Meminta beberapa anak untuk berhenti memgedot seperti meminta orang dewasa berhenti merokok. Kepuasan oral adalah perilaku relaksasi naluriah manusia yang menenangkan setiap orang dari janin. Merokok, mengunyah pensil, dan ngemil merupakan contohnya. Anak-anak yang terus menggunakan dot melewati usia tiga menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi perubahan lengkungan gigi dan  mobilitas bibir dan pipi tidak normal dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menggunakan dot.

Ranjang Besar

Anak-anak di usia ini akan mulai untuk meninggalkan ranjang mini mereka mengingat ukuran fisik yang semakin besar juga. Namun, kadangkala ada anak-anak usia empat tahun yang masih tidur di keranjang bayi karena orang tuanya mengatakan anaknya belum siap. Padahal, yang belum siap justru orang tuanya karena disadari atau tidak, terpisah dari anaknya yang biasanya selalu didekatnya (karena tinggal di kamar sendiri) merupakan hal yan kurang mengenakan bagi orang tua. Meskipun begitu, anak harus dilatih untuk bisa dan berani tinggal di kamar sendiri. Dukungan oran tua sangat diperlukan.

Kursi Tinggi

Tidak selamanya balita bisa duduk di kursinya yang rendah. Dia harus berlatih untuk menggunakan kursi untuk ukuran manusia kebanyakan (atau orang dewasa). Transisi ini berkaitan dengan usia dan ukuran seorang anak saat dia telah bisa duduk di kursi tanpa terus menerus ingin turun.

Garpu di tangan kiri atau di lantai?

Anak-anak biasanya menunjukkan minat dalam menggunakan garpu atau sendok pada  usia 15 bulan, tetapi tidak sepenuhnya memahami keterampilan sampai 18 bulan atau lebih . Tanda-tanda kesiapan anak di antaranya adalah saat dia mencoba merebut senduk ketika ibu hendak menyuapinya atau meminta peralatan sendiri. Si kecil mungkin ingin meniru perilaku orang dewasa makan tapi juga bisa merasa bosan setelah beberapa gigitan atau frustrasi bahwa dia tidak bisa mendapatkan lebih banyak makanan dengan  cepat seperti yang dia bisa dengan tangannya. Oleh karena itu, terkadang dia akan membuang garpu atau sendoknya ke lantai.

Apakah Pasta Gigi Termasuk Makanan?

Sebelum gigi-gigi anak mulai tumbuh, sebaiknya pembersihan mulut juga dilakukan dengan menyeka  gusi dengan kain basah setiap hari. Meskipun balita bukan pembersih yang baik, membiarkan mereka menggosok gigi sendiri merupakan hal yang penting untuk melatih tanggung jawabnya juga. Pasta gigi anak-anak sebaiknya tidak menggunakan pemutih karena bisa mengiritasi mulutnya. Selain itu, jangan biarkan anak-anak menelan pasta gigi anak yang berfluoride karena dapat menimbulkan fluorosis berupa titik-titik putih kecil pada gigi.

Saatnya Sekolah

Saat anak mulai masuk di sekolah, ada euforia senang dari orang tua melihat anaknnya mulai tumbuh dewasa, meski terkadang ibu akan merasa kehilangan teman kecil dia. Sikap orang tua adalah pengaruh nomor satu pada sikap anak tentang sekolah. Daripada mengatakan, ‘Kamu beruntung bisa pergi ke sekolah, belajar segala macam hal baru, membuat teman dan bermain dengan mainan,’ bahkan beberapa orang tua menyuap anak dengan mainan jika mereka pergi ke sekolah, lebih baik jika orang tua memberikan anak-anak mereka ciuman cepat dan melambaikan selamat tinggal di pintu. Sebagian besar anak prasekolah dengan senang hati akan menyesuaikan setelah hanya beberapa kunjungan.

  1. B. Middle Childhood4

Kesehatan dan penyimpangan perkembangan pada middle childhood, periode sekolah, erat hubungannya dengan adaptasi sosial, peningkatan outonomi anak dalam merawat dirinya sendiri dan kemampuan untuk mengenali lingkungan di mana dia hidup. Pada usia ini, anak sudah cukup dewasa untuk menggunakan kesempatan emosional, intelektual dan fisik yang mengkarakterkan pengalaman berkelompok di sekolah, rekan bermain dan aktivitas lain yang jauh dari orang tua. Selain itu, ekspektasi orang tua dan komunitas akan mempengaruhi kapasitas anak dalam perkembangan primer untuk mendapatkan identitas unik mereka. Di sana, anak-anak bisa menemukan kepuasan dalam menjadi anggota kelompok bermain (peer group) tertentu dan bangga atas identitas unik mereka.

Anak-anak di school age telah lebih baik dalam peduli terhadap badan mereka sendiri sehingga lebih bisa dipercaya dalam mengamati dan mengkomunikasikan perasaan tidak enak mereka (misal karena sakit). Mereka sudah mulai mengerti dasar-dasar dari penyakit.

Selain itu, anak juga mulai mendapatkan skill yang lebih baik, memiliki kebebasan yang lebih, pengalaman fisik- sosial-psikologi yang lebih luas, dan bisa menangani pengalaman yang lebih rumit maupun tidak terduga. Anak mulai menjadi berani mengambil resiko atas tindakan mereka. Ditambah lagi, anak-anak sudah bisa mempelajari apa yang terjadi pada orang lain sebagaimana yang terjadi pada diri sendiri, termasuk yang dipelajari dari ‘making error’.

Penerimaan identitas gender merupakan masa yang krusial, di mana laki-laki akan tumbuh menjadi pria dan gadis kecil akan tumbuh menjadi seorang wanita. Jika identitas gender dan seksual bertentangan dengan harapan diri sendiri, orang tua atau sosial, meski diwaspadai adanya kesulitan dalam melewati pubertas dan adolescence.

Young School Age5,6

Anak-anak usia lima, enam, tujuh tahun sering bersemangat pergi ke sekolah dan tanggung jawab baru mereka. Orang tua mereka masih yang paling orang-orang penting dalam hidup mereka.

Di usia sekolah, menetapkan batas dan membiarkan anak-anak tahu apa yang diharapkan dari mereka merupakan hal yang penting. Hal tersebut harus dilakukan dengan sabar dan lembut. Memberikan disiplin yang jelas dan konsisten. Setiap anak perlu merasa istimewa dan peduli dalam perawatan Anda. Anak-anak di tahap ini sangat menyenangkan. Mereka suka untuk membantu, terutama untuk orang dewasa.

Perkembangan Fisik – Pertumbuhan lambat tapi mantap. Mereka telah menguasai otot-otot utama mereka dan kebanyakan telah memiliki rasa yang baik keseimbangan seperti berdiri dengan satu kaki dan berjalan di balok keseimbangan. Mereka menikmati melakukan trik fisik dan pengujian kekuatan otot dan keterampilan. Melompat, berlari, jatuh, dan tari musik merupakan hal yang mereka suka. Hal ini seimbang dengan fluktuasi makan mereka. Mereka dapat menangkap bola kecil, mengatur tombol dan ritsleting serta belajar mengikat tali sepatu mereka. Mereka dapat menyalin desain dan bentuk nomor dan huruf, terutama menulis nama mereka sendiri. Mereka menggunakan peralatan dan alat-alat dengan benar dengan pengawasan. Ditengah aktivitas yang padat, mereka membutuhkan waktu tidur 10 jam sehari.

Dari segi anatomis, anak juga telah mengetahui bahwa mereka itu laki-laki atau perempuan. Otot-otot kecil berkembang dan gigi permanen mulai tumbuh. Masalah gigi patut diperhatikan di usia ini. Mata telah mencapai kedewasaan dari segi ukuran dan fungsi.

Pengembangan Sosial dan Emosional – Mereka menganggap diri mereka lebih dari yang lain sampai sekitar usia tujuh atau delapan. Mereka bermain dengan baik di kelompok tetapi mungkin perlu beberapa waktu untuk bermain sendiri. Banyak anak memiliki teman terbaik dan musuh. Mereka cenderung memilih teman bermain jenis kelamin yang sama. Anak-anak sering bercerita satu sama lain. Hal ini dilakukan untuk dua alasan: untuk membantu mereka memahami aturan dan untuk mendapatkan perhatian orang dewasa. Mereka tidak menyukai kritik atau kegagalan. Mereka dapat membantu dengan tugas-tugas kecil. Mereka butuh cinta dan perhatian yang kuat dari orang tua mereka. Mereka mulai peduli terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Mereka mungkin menikmati bermain dengan anak-anak yang lebih muda. Bagi mereka, “baik” dan “buruk” adalah apa yang orang tua dan guru menyetujui atau tidak menyetujui. Mereka mulai mengembangkan rasa pengertian moral seperti kejujuran. Mereka mulai mengembangkan rasa humor dan dapat menikmati sajak omong kosong, lagu, dan teka-teki. Mereka menjadi marah ketika perilaku mereka atau tugas sekolah dikritik atau diabaikan. Terkadang, di usia 6-8 tahun, anak-anak masih takut pada kegelapan dan monster sehingga perlu dampingan supaya tidak mengganggu aktivitasnya, termasuk sekolah.

Pengembangan Intelektual – Kemampuan mereka untuk berbicara dan mengekspresikan diri berkembang pesat. Hal ini penting untuk keberhasilan di sekolah. Mereka berbicara satu sama lain tentang diri mereka dan keluarga mereka. Selama bermain, mereka berlatih menggunakan kata-kata dan bahasa yang mereka pelajari di sekolah. Mereka mulai mengerti waktu dan hari dalam seminggu. Mereka suka sajak konyol, teka-teki, dan lelucon. Mereka bisa lebih lama dalam  memberikan perhatian. Di usia enam tahun, umumnya mereka sudah bisa membaca kombinasi kombinasi kata.

Older School-Age Children

Perkembangan Fisik – Mereka sangat aktif dengan banyak energi. Motorik halus mereka dan keterampilan motorik besar telah menjadi jauh lebih baik.

Perkembangan Sosial / Emosional – Mereka memiliki kebutuhan kuat untuk merasa diterima dan bermanfaat. Mereka menunjukkan kemampuan mereka untuk mandiri dengan menjadi tidak taat, menggunakan back-talk dan yang memberontak. Mereka lebih memilih prestasi individu dalam persaingan. Mereka seperti terdorong melalui kompetisi. Mereka masih melihat ke orang dewasa untuk mendapatkan persetujuan meski mulai bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Mereka ingin bergabung dengan kelompok yang terorganisasi. Mereka lebih suka dengan anggota jenis kelamin mereka sendiri dan meniru pemuda yang lebih tua. Persahabatan mulai terbangun.

Perkembangan Intelektual – Mereka membutuhkan kesempatan untuk berbagi pemikiran dan reaksi. Mereka melihat hal-hal sebagai “hitam atau putih.” Mereka memiliki kepentingan yang sering berubah-ubah. Mereka mudah termotivasi dan bersemangat untuk mencoba hal baru. Mereka membutuhkan bimbingan dari orang dewasa tinggal di suatu tugas untuk mencapai yang terbaik.

Daftar Pustaka

1Dikti. Perkembangan dan Lingkungan Anak Usia Dini. Diunduh dari http://ditnaga-dikti.org/ditnaga/files/NA-PAUD-REV.pdf. Diakses 24 September 2010.

2Child Development Institute. Stages of Social-Emotional Development In Children and Teenagers. Diunduh dari http://www.childdevelopmentinfo.com/development/erickson.shtml. Diakses 25 September 2010.

3Bohn D. Toddler Transitions. Diunduh dari http://parenting.kaboose.com/age-and-stage/toddler/toddler-transitions.html. Diakses 25 September 2010.

4Rudolph AM. Rudolph’s pediatric: Middle Chilhood. 19th ed. 1991.USA:Prentice-Hall International Inc. p. 91-93

5University of Illinois Board of Trustees. Ages & Stages – School Age Children. Diunduh darihttp://urbanext.illinois.edu/babysitting/age-school.html. Diakses 25 September 2010.

6DeBord K. Chilhood Years: Ages Six Through Twelve. Diunduh darihttp://www.ces.ncsu.edu/depts/fcs/pdfs/fcs465.pdf. Diakses 25 September 2010.

Artikel Pilihan
Retardasi mental diartikan sebagai suatu kondisi berhentinya atau tidak lengkapnya perkembangan mental. Khas ditandai dengan
Buku Saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial merupakan buku acuan untuk penatalaksanaan berbagai kondisi bayi baru
Cacat struktural kongenital yang besar terjadi pada 2-3 % bayi yang lahir hidup, dan 2-3
Disusun oleh Davrina Rianda, S.Ked ToF muncul pada 3 dari 10.000 angka kelahiran. Kondisi ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: