Panduan Menjadi Seorang Pendonor Darah
Posted on: 22 October 2016, by : Dokter Muda

Donor darah adalah suatu kegiatan memberikan darah secara sukarela untuk tujuan transfusi darah bagi orang lain yang membutuhkan. Pendonor adalah orang yang memberikan darah tersebut. Donor darah dapat dilakukan oleh siapa saja dengan berbagai persyaratan yang bertujuan untuk memberikan keamanan baik bagi pendonor maupun resipien atau penerima darah yang ditransfusikan.

Beberapa persyaratan untuk bisa menjadi pendonor adalah:

  1. Sehat secara jasmani dan rohani
  2. Usia 17-60 tahun (Seseorang sebenarnya masih dapat melakukan donor darah hingga usia 65 tahun dengan jarak penyumbangan 3 bulan sampai akhirnya berhenti atas pertimbangan dokter)
  3. Berat badan sama dengan atau lebih dari 45 kg
  4. Tekanan darah 100-180 sistole dan 70-100 diastole
  5. Kadar hemoglobin minimal 12,5%
  6. Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam setahun tergantung pada keadaan umum pendonor

Jika belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan, tidak mengapa, untuk tekanan darah dan hemoglobin nanti akan diperiksa kembali oleh petugas di PMI.

Selain itu, terdapat beberapa kondisi yang mana seseorang tidak melakukan donor darah, yaitu:

  1. Mempunya penyakit jantung dan paru-paru
  2. Menderita kanker
  3. Menderita tekanan darah tinggi
  4. Menderita kencing manis
  5. Memiliki kencederungan perdarahan yang tidak normal atau terdapat kelainan darah lainnya
  6. Menderita epilepsi dan sering kejang
  7. Menderita atau pernah menderita hepatitis B atau C
  8. Mengidap sifilis
  9. Ketergantungan narkoba
  10. Kecanduan minuman beralkohol
  11. Mengidap atau beresiko tinggi terhadap HIV/AIDS
  12. Saran dari dokter untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan

Pada beberapa kondisi, mereka yang sebenarnya memenuhi syarat atau bahkan sudah terbiasa untuk menyumbangkan darah sebaiknya menunda untuk melakukan donor darah. Kondisi tersebut antara lain.

  1. Sedang sakit demam atau influenza (donor darah dapat dilakukan 1 minggu setelah sembuh)
  2. Setelah cabut gigi, tunggu 5 hari setelah sembuh
  3. Setelah operasi kecil, tunggu 5 hari setelah sembuh
  4. Setelah operasi besar, tunggu 12 bulan
  5. Setelah transfusi, tunggu 1 tahun
  6. Setelah tatto, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, tunggu 1 tahun
  7. Bila kontak erat dengan penderita hepatitis, tunggu 12 bulan
  8. Sedang hamil, tunggu 6 bulan setelah melahirkan
  9. Sedang menyusui, tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui
  10. Setelah sakit malaria, tunggu 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria
  11. Setelah berkunjung pulang  dari daerah endemis malaria, tunggu 12 bulan
  12. Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, tunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut
  13. Bila sakit tipus, tunggu 6 bulan setelah sembuh
  14. Setelah vaksin, tunggu 8 minggu
  15. Ada gejala alergi, tunggu 1 minggu setelah sembuh
  16. Ada infeksi kulit pada daerah yang akan ditusuk, tunggu 1 minggu setelah sembuh

Sebelum melakukan donor darah, ada beberapa hal yang disarankan untuk Anda lakukan supaya kondisi tetap prima, yaitu

  1. Tidur minimal 4 jam sebelum donor
  2. Makan 3-4 jam sebelum menyumbangkan darah
  3. Minum lebih banyak dari biasanya (paling sedikit 3 gelas)
  4. Setelah donor, beristirahatlah sekitar 10 menit sambil menikmati makanan donor.
  5. Kembali bekerja tidak berbahaya bagi kesehatan
  6. Hindari mengangkat berat pada lokasi bekas jarum supaya tidak terjadi pembengkakan
  7. Banyak minum sampai 72 jam ke depan untuk mengembalikan sepenuhnya volume darah

Sebagai gambaran, prosedur yang akan Anda jalani selama melakukan adalah

  1. Mengambil dan mengisi formulir pendaftaran
  2. Menyerahkan formulir pada petugas administrasi
  3. Jika memenuhi syarat akan dilanjutkan ke pemeriksaan pendahuluan berupa penimbangan berat badan, pemeriksaan kadar hemoglobin, pemeriksaan golongan darah
  4. Jika memenuhi syarat juga, Anda akan ke meja dokter untuk anamnesis singkat (tanya jawab dengan dokter) serta pemeriksaan fisik sederhana
  5. Selanjutnya akan dilakukan pengambilan darah dan contoh darah oleh petugas yang sudah terlatih
  6. Banyaknya darah yang diambil tergantung pada berat badan Anda, proses pengambilan darah berlangsung kurang lebih sekitar 5-10 menit.
  7. Setelah pengambilan darah, donor dapat beristirahat sejenak di ranjang pengambilan darah atau langsung menuju kantin untuk mendapatkan makanan khusus untuk pendonor.
  8. Pengambilan kartu donor sebelum ke kantin
  9. Makan di kantin (gratis, cukup serahkan selembar kertas yang diselipkan bareng dengan kartu donor)
  10. Selanjutnya Anda dapat kembali beraktivitas.
Artikel Pilihan
Kanker payudara (ca mamae) merupakan tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Sel dan jaringan payudara menjadi
Varises vena termasuk dalam penyakit vena kronis. Sebuah sistem klasifikasi komprehensif, CEAP, digunakan untuk membuat
Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang dikenal sebagai lupus merupakan penyakit autoimun yang mana kerusakan
Apa itu systemic lupus erythematosus? Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang dikenal sebagai lupus merupakan
Sarkoma adalah kelompok tumor yang berasal terutama dari mesoderm, tetapi dapat berasal dari ektoderm yaitu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: