Keseimbangan Energi dan Pengaturan Suhu

Keseimbangan Energi

Energi dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh untuk mempertahankan kehidupannya dan melaksanakan fungsinya dengan baik. Sumber energi berasal dari makanan yang dimakan, diserap, dan kemudian diolah oleh tubuh.1,2

Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa “total energi di dunia adalah konstan, energi tidak dapat diciptakan maupun dihancurkan.”  Oleh karena itu, semua energi yang ikut andil dalam hidup kita dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut1:

 
Energi Tubuh = Energi masuk – Energi Keluar
 

Energi masuk merupakan energi yang berasal dari makanan yang dimakan yang merupakan sumber energi.

Karakteristik Dasar Sel Manusia

Sel adalah satuan kehidupan yang paling mendasar. Sel merupakan unit terkecil yang masih dapat menjalankan proses yang berhubungan dengan kehidupan. Pada manusia, sel adalah blok-blok pembangun hidup bagi tubuh. Sel-sel yang menyusun tubuh manusia berukuran sangat kecil yang rata-rata bergaris tengah sekitar 10 sampai 20 mikrometer. Walaupun sebenarnya tidak ada yang namanya sel “tipikal”, karena begitu beragamnya spesialisasi struktur dan fungsi, berbagai sel memiliki tiga subdivisi utama: membran plasma, nukleus, dan sitoplasma.

Membran plasma atau membran sel adalah suatu struktur membranosa yang sangat tipis yang membungkus setiap sel, memisahkan isi sel dengan lingkungannya.

Jaras Somatosensoris dan Patofisiologi Gangguannya

Reseptor

Informasi mengenai lingkungan internal dan eksternal dapat mengaktivasi sistem saraf pusat melalui bermacam reseptor sensoris. Reseptor sensoris dapat berupa ujung dendrit yang terspesialisasi dari serat saraf afferen atau berkaitan dengan sel nonneural yang mengelilinginya membentuk suatu organ perasa. Sentuhan dan tekanan diterima oleh empat mekanoreseptor.

Sel merkel: ujung dendrit yang meluas dan berespon terhadap tekanan yang diperpanjang dan sentuhan.
Korpus Meissner: dendrit yang terkapsulasi pada jaringan ikat dan berespon terhadap perubahan tekstur dan getaran yang halus.
Korpus Ruffini: ujung dendrit yang membesar dengan kapsul yang memanjang.

Hormon Hidrofilik dan Lipofilik

Endokrinologi merupakan ilmu tentang perubahan homeostasis kimia dan aktivitas lainnya yang dilakukan oleh hormon, yang disekresikan ke dalam darah oleh kelenjar endokrin.

Hormon diklasifikasikan menjadi jenis hidrofilik dan lipofilik. Selain itu, hormon juga dapat dibedakan berdasarkan struktur biokimia mereka, seperti peptida, amina dan steroid.

Hormon Hidrofilik

Hidrofilik berarti suka air. Hormon ini larut dalam air serta kurang larut dalam lemak. Kebanyakan hormon jenis ini merupakan hormon peptida  atau protein yang terdiri dari asam amino spesifik dengan panjang yang bervariasi. Peptida lebih pendek sedangkan protein yang lebih panjang. Untuk mempermudah, kedua jenis ini dapat dikategorikan sebgai peptida.

Hormon dan Kelenjar Endokrin

Sistem Endokrin dan Hormon: Overview

Hormon adalah molekul mediator yang dilepaskan oleh salah satu bagian tubuh yang dapat mengatur aktivitas sel pada bagian yang lainnya. Untuk mencapai organ targetnya, hormon memasuki cairan interstitial dan aliran darah. Sistem endokrin, sebagaimana sistem saraf penting dalam koordinasi seluruh sistem tubuh. Hanya saja, respon yang dihasilkan dari sistem endokrin lebih lambat terjadi. Namun, pengaruh yang diberikan sistem endokrin lebih luas dibandingkan sistem saraf yang bekerja pada otot dan kelenjar secara spesifik. 1 Meskipun darah mendistribusikan hormon melewati tubuh, hanya sel target spesifik yang dapat berespon terhadap masing-masing hormon karena spesifiknya reseptor untuk pengikatan.

Gerak Refleks

Secara umum, refleks dapat diartikan sebagai respon yang terjadi secara otomatis, tanpa kesadaran. Refleks saraf selalu dimulai dengan adanya stimulus yang mengaktifkan reseptor sensoris. Kunci dari jaras refleks adalah negative feedback. Jalur yang terlibat dalam terjadinya refleks dikenal sebagai lengkung refleks. Tidak seperti gerak biasa yang memiliki banyak variasi respon, respon untuk gerak refleks dapat diprediksikan karena jalurnya selalu sama.

Neural refleks bisa diklasifikasikansebagai berikut :

1.Berdasarkan divisi efferent sistem saraf yang mengontrol respon

Refleks ini melibatkan somatic motor neuron dan otot skeletal yang dikenal sebagai refleks somatik.

Fisiologi Penghidu dan Pengecapan

Penghidu dan pengecap merupakan aktivitas yang membutuhkan molekul kimia sebagai rangsangannya karena sel saraf kedua pengindera tersebut merupakan kemoreseptor, yang berbeda dengan sifat sel saraf pada penglihatan dan pendengaran.1Penghidu dan pengecap merupakan kedua indera yang saling berkaitan, terutama dalam hal merasa makanan. Selain itu, kedua indera tersebut juga berkaitan dengan fungsi gastrointestinal dalam mengubah nafsu makan, sehingga disebut indera viseral. Walaupun fungsinya berkaitan, secara anatomi dan neurologi, penghidu dan pengecapan berbeda.2
Fisiologi penghidu
Eksitasi pada sel olfaktori
Reseptor penghidu terletak pada superior nostril, yaitu pada septum superior pada struktur yang disebut membran olfaktori.

Fisiologi Penyembuhan Luka

Kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan merupakan cara bertahan hidup yang penting bagi makhluk hidup. Dalam proses penyembuhan luka, hanya terdapat 2 mekanisme yang terjadi di tempat luka tersebut, yaitu regenerasi, atau penggantian dari jaringan yang rusak dengan jaringan yang mirip, dan pembentukan scar yang mana jaringan rusak tersebut digantikan oleh protein jaringan ikat yang baru. Regenerasi merupakan mekanisme penyembuhan yang lebih baik karena itu menjaga fungsi dan penampakan normal. Pembentukan scar merupakan alternatif yang kurang memuaskan dan terjadi hanya ketika jaringan tersebut tidak mampu untuk beregenerasi.

Fungsi Vaskular dalam Hemostasis dan Pembekuan Darah

Hemostasis merupakan suatu urutan respons yang dapat menghentikan perdarahan. Ketika pembuluh darah mengalami kerusakan atau rupture, maka hemostasis bekerja dengan cepat untuk menghentikan perdarahan tersebut melalui beberapa mekanisme seperti: spasme vascular, pembentukan sumbat platelet dan koagulasi.  Spasme vascular lebih diinisiasi oleh kerusakan otot polos, substansi yang dikeluarkan oleh platelet teraktivasi dan oleh reflex yang diinisiasi oleh reseptor nyeri. Sedangkan pembentukan sumbat platelet dilalui melalui proses adhesi platelet pada sel endotel yang rusak, diikuti oleh reaksi pengeluaran platelet dibantu oleh ADP dan tromboksan A2 dan diakhiri dengan agregasi platelet.

Fisiologi Awal Kehamilan: Implantasi, Plasenta dan Adaptasi Maternal

Implantasi1

Setelah fertilisasi dan terbentuk zigot, zigot masih berada di dalam ampula karena ada konstriksi antara ampula dan kanal oviduk sisanya. Hal tersebut terjadi dalam tiga hingga empat hari pertama. Selama berada di ampula, zigot terus melakukan pembelahan sel secara mitosis membentuk morula. Sementara itu, peningkatan progesteron yang dihasilkan korpus luteum menstimulasi pelepasan glikogen dari endometrium ke lumen saluran reproduksi sebagai sumber energi awal embrio. Nutrisi yang terkandung dalam sitoplasma ovum hanya cukup untuk sehari.