Keseimbangan Energi dan Pengaturan Suhu

Keseimbangan Energi

Energi dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh untuk mempertahankan kehidupannya dan melaksanakan fungsinya dengan baik. Sumber energi berasal dari makanan yang dimakan, diserap, dan kemudian diolah oleh tubuh.1,2

Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa “total energi di dunia adalah konstan, energi tidak dapat diciptakan maupun dihancurkan.”  Oleh karena itu, semua energi yang ikut andil dalam hidup kita dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut1:

 
Energi Tubuh = Energi masuk – Energi Keluar
 

Energi masuk merupakan energi yang berasal dari makanan yang dimakan yang merupakan sumber energi.

Apa Penyebab Keriput dan Bagaimana Mengatasinya?

Kronologis Penuaan dan Keriput1

Penuaan kulit merupakan fenomena kompleks yang merefleksikan proses intrinsik natural dan ekstrinsik. Penuaan intrinsik merupakan fungsi hereditas individual dan hasil dari berjalannya waktu. Proses ini tidak bias dihindari.

Faktor eksogen seperti merokok, nutrisi buruk, dan eksposur sinar matahari merupakan penuaan ekstrinsik. Proses ini mestinya dapat dihindari dan biasanya berkaitan erat dengan penuaan dini. Faktanya, 80% penuaan kulit dipercaya disebabkan oleh eksposur sinar matahari. Eksposure radiasi UV, yang berdampak rusaknya DNA dan mempercepat pemendekan telomere, bisa dikatakan mempengaruhi penuaan intrinsik.

Sel: Keadaan Puasa

Satu jam setelah makan, kadar glukosa dalam darah akan mulai menurun. Keadaan tersebut dibarengi dengan penurunan kadar insulin (hormon pengubah glukosa menjadi glikogen) dan peningkatan kadar glukagon.

Di hati, glikogen akan di ubah menjadi glukosa melalui proses glikogenolisis. Glukosa tersebut nantinya akan dioksidasi di jaringan, seperti otak dan sel darah merah. Selain itu, triasilgliserida juga akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol melalui proses lipolisis. Asam lemak kemudian akan dioksidasi di otot maupun hati. Oksidasi asam lemak di otot berlangsung sempurna dan menghasilkan CO2 dan H2O. Sementara di hati, oksidasi berlangsung sebagian, menghasilkan badan keton.

Kelainan Kongenital yang Diturunkan

Kelainan congenital, malformasi congenital, anomali congenital, atau cacat lahir merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan kelainan struktural, perilaku faal, dan kelainan metabolik yang terdapat pada waktu lahir. Cacat-cacat struktural congenital yang besar terjadi pada 2-3 % bayi yang lahir hidup, dan 2-3 % lainnya dikenali pada anak-anak umur 5 tahun. Cacat lahir merupakan penyebab besar kematian bayi yaitu kira-kira 21 % dari semua kematian bayi. Pada 40-60 % dari semua cacat lahir, penyebabnya tidak diketahui.

Karakteristik Dasar Sel Manusia

Sel adalah satuan kehidupan yang paling mendasar. Sel merupakan unit terkecil yang masih dapat menjalankan proses yang berhubungan dengan kehidupan. Pada manusia, sel adalah blok-blok pembangun hidup bagi tubuh. Sel-sel yang menyusun tubuh manusia berukuran sangat kecil yang rata-rata bergaris tengah sekitar 10 sampai 20 mikrometer. Walaupun sebenarnya tidak ada yang namanya sel “tipikal”, karena begitu beragamnya spesialisasi struktur dan fungsi, berbagai sel memiliki tiga subdivisi utama: membran plasma, nukleus, dan sitoplasma.

Membran plasma atau membran sel adalah suatu struktur membranosa yang sangat tipis yang membungkus setiap sel, memisahkan isi sel dengan lingkungannya.

Jaras Somatosensoris dan Patofisiologi Gangguannya

Reseptor

Informasi mengenai lingkungan internal dan eksternal dapat mengaktivasi sistem saraf pusat melalui bermacam reseptor sensoris. Reseptor sensoris dapat berupa ujung dendrit yang terspesialisasi dari serat saraf afferen atau berkaitan dengan sel nonneural yang mengelilinginya membentuk suatu organ perasa. Sentuhan dan tekanan diterima oleh empat mekanoreseptor.

Sel merkel: ujung dendrit yang meluas dan berespon terhadap tekanan yang diperpanjang dan sentuhan.
Korpus Meissner: dendrit yang terkapsulasi pada jaringan ikat dan berespon terhadap perubahan tekstur dan getaran yang halus.
Korpus Ruffini: ujung dendrit yang membesar dengan kapsul yang memanjang.

Infeksi Human Imunodeficienci Virus (HIV)

Infeksi human immunodeficiency virus (HIV) atau AIDS merupakan suatu pandemik global;. Pada akhir tahun 2009 didapatkan data bahwa terdapat 33,3 juta penduduk dunia yang hidup dengan HIV/AIDS. Lebih dari 95% berada di negara dengan pendapatan rendah dan menengah. Selain pada orang dewasa, HIV menjangkiti sekitar 2,5 juta anak-anak <15 tahun.

Imunopatologi Tuberculosis

Awal infeksi
Transmisi M.tuberkulosis dilakukan melalui droplet udara yang kemudian dihirup oleh orang sehat. Sebagian besar bakteri terbuang oleh silia dari epitel respiratorius, namun terdapat beberapa kuman yang masuk ke dalam alveolus.1 Infeksi TB terjadi bila jumlah bakteri mencapai 5 basil.2 Kuman yang masuk ini kemudian difagositosis oleh makrofag yang belum teraktivasi secara spesifik. Fagositosis ini terjadi melalui interaksi dengan molekul permukaan makrofag, seperti reseptor komplemen, reseptor mannosa, reseptor igGFc, dan reseptor type A scavenger. Setelah fagositosis terjadi dan terbentuk fagosom, dinding bakteri menghasilkan LAM (glikolipid lipoarabinomannan) yang menghambat ion Ca2+ intrasel.

Infeksi Bakteri dan Jamur pada Sistem Syaraf

A.    Infeksi Bakteri

Jenis Penyakit akibat Infeksi Bakteri

Bakteri dapat menginfeksi berbagai struktur yang terdapat di sistem saraf pusat. Untuk mencapai otak dan struktur sekitarnya, mikroorganisme menggunakan cara berikut1,2:

–          hematogen, jalur ini paling sering. Biasanya melalui arteri, tetapi penyebaran lewat vena juga dapat terjadi, khususnya vena dari wajah.

Infeksi Dasar

Infeksi merupakan peristiwa masuk dan menggandanya mikroorganisme (agen) di dalam tubuh pejamu (host), sedangkan penyakit infeksi merupakan manifestasi klinik bila terjadi kerusakan jaringan dan atau fungsi bila reaksi radang / imun pejamu terpanggil. Pejamu memiliki benteng terhadap infeksi yang tersebar di seluruh jaringan dan mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh.