Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetes (KAD) merupakan salah satu komplikasi akut dari diabetes mellitus, terutama DM tipe 1. Kondisi ini ditandai oleh beberapa hal seperti hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis metabolik.

Patofisiologi ketoasidosis diabetik. Tanda dan gejala yang timbul pada kejadian KAD disebabkan oleh kondisi defisiensi insulin secara relatif maupun absolut yang kemudian menyebabkan peningkatan counter-regulatory hormones (katekolamin, glukagon, growth hormon, dan kortisol). Peningkatan hormon-hormon tersebut menyebabkan hiperglikemia karena penggunaan glukosa berkurang disertai glukoneogenesis hepatik yang meningkat, lipolisis yang kemudian menyebabkan pembentukan benda keton, serta peningkatan metabolisme protein dan penurunan sintesis protein.

Keseimbangan Energi dan Pengaturan Suhu

Keseimbangan Energi

Energi dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh untuk mempertahankan kehidupannya dan melaksanakan fungsinya dengan baik. Sumber energi berasal dari makanan yang dimakan, diserap, dan kemudian diolah oleh tubuh.1,2

Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa “total energi di dunia adalah konstan, energi tidak dapat diciptakan maupun dihancurkan.”  Oleh karena itu, semua energi yang ikut andil dalam hidup kita dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut1:

 
Energi Tubuh = Energi masuk – Energi Keluar
 

Energi masuk merupakan energi yang berasal dari makanan yang dimakan yang merupakan sumber energi.

Kaitan Diabetes dengan Hipertensi

Tekanan darah rata-rata merupakan kekuatan utama untuk mendorong darah ke jaringan. Tekanan darah tersebut harus diatur supaya tidak berlebih maupun kurang. Jika tekanan darah kurang, dikhawatirkan darah tidak dapat menjangkau organ-organ yang membutuhkan terutama otak. Jika berlebih, jantung akan bekerja terlalu keras juga terjadi peningkatan resiko kerusakan vaskular maupun rupturnya pembuluh darah kecil. 1

Meskipun terdapat kontrol tekanan darah, terutama yang dilakukan oleh baroreseptor di dalam sistem sirkulasi, kadangkala mekanisme tersebut tidak berjalan dengan baik.

Hormon Hidrofilik dan Lipofilik

Endokrinologi merupakan ilmu tentang perubahan homeostasis kimia dan aktivitas lainnya yang dilakukan oleh hormon, yang disekresikan ke dalam darah oleh kelenjar endokrin.

Hormon diklasifikasikan menjadi jenis hidrofilik dan lipofilik. Selain itu, hormon juga dapat dibedakan berdasarkan struktur biokimia mereka, seperti peptida, amina dan steroid.

Hormon Hidrofilik

Hidrofilik berarti suka air. Hormon ini larut dalam air serta kurang larut dalam lemak. Kebanyakan hormon jenis ini merupakan hormon peptida  atau protein yang terdiri dari asam amino spesifik dengan panjang yang bervariasi. Peptida lebih pendek sedangkan protein yang lebih panjang. Untuk mempermudah, kedua jenis ini dapat dikategorikan sebgai peptida.

Hormon dan Kelenjar Endokrin

Sistem Endokrin dan Hormon: Overview

Hormon adalah molekul mediator yang dilepaskan oleh salah satu bagian tubuh yang dapat mengatur aktivitas sel pada bagian yang lainnya. Untuk mencapai organ targetnya, hormon memasuki cairan interstitial dan aliran darah. Sistem endokrin, sebagaimana sistem saraf penting dalam koordinasi seluruh sistem tubuh. Hanya saja, respon yang dihasilkan dari sistem endokrin lebih lambat terjadi. Namun, pengaruh yang diberikan sistem endokrin lebih luas dibandingkan sistem saraf yang bekerja pada otot dan kelenjar secara spesifik. 1 Meskipun darah mendistribusikan hormon melewati tubuh, hanya sel target spesifik yang dapat berespon terhadap masing-masing hormon karena spesifiknya reseptor untuk pengikatan.

Hipofisis: The Master Gland

Kelenjar pituitari adalah nama lain dari hipofisis yang merupakan master kelenjar endokrin karena mensekresikan hormon-hormon yang mengontrol kelenjar endokrin lainnya. Kelenjar pituitari itu sendiri juga memiliki master yaitu hipotalamus. Hipotalamus merupakan penghubung utama antara saraf dengan kelenjar endokrin. 1,2

Kelenjar yang menempel pada infundibulum ini secara anatomis dan fungsional dibedakan menjadi anterior pituitary (adenohipofisis) dan posterior pituitary (neurohipofisis).

a. Anterior Pituitary

Pelepasan hormon dari anterior pituitary distimulasi oleh releasing hormon dan dihambat oleh inhibiting hormon dari hipotalamus.

Hipertiroidisme: Diagnosis dan Tatalaksana

Artikel asli: Reid JR, Wheeler SF. Hyperthyroidism. Am Fam Physician. 2005;72:623-30, 635-6

Disclaimer: Artikel ini merupakan saduran dengan bahasa yang lebih sederhana dari artikel di atas. Target pembaca artikel ilmiah populer ini adalah mahasiswa rumpun ilmu kesehatan tingkat awal. Artikel ini lebih bertujuan sebagai pendahuluan atau membuka wawasan mengenai topik di atas. Untuk informasi yang lebih lengkap pembaca disarankan mencari artikel di atas.

Dari SD kita sudah mengenal adanya kelenjar gondok dan penyakit gondok. Kini kita di fase kuliah mungkin telah mengenal fungsi kelenjar gondok atau tiroid beserta kelainannya.

Guideline Terbaru Penatalaksaan Obesitas oleh Canadian Task Force on Preventive Health Care

Canadian Task Force on Preventive Health Care tahun ini mempublikasikan guideline terbaru bertajuk “Recommendations for Prevention of Weight Gain and Use of Behavioural and Pharmacologic Interventions to Manage Overweight and Obesity in Adults in Primary Care”. Prevalensi obesitas di seluruh dunia saat ini mengalami peningkatan.

Diabetes Sebagai Faktor Risiko Aterosklerosis

Penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner adalah penyempitan arteri koronaria besar di bagian proksimal oleh aterosklerosis.(1) Aterosklerosis merupakan kelainan pada pembuluh darah yang ditandai dengan lesi intimal yang ditandai dengan atheromas (juga disebut atheromatus atau plak aterosklerosis) yang menonjol ke pembuluh lumen. Kelainan ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang lebih banyak dibandingkan kelainan lain di negara-negara barat. Faktor resiko yang telah diidentifikasi melalui beberapa pendekatan prospektif oleh Framingham Heart Study and Atherosklerosis Risk in Communities Studymenunjukan bahwa faktor-faktor resiko memiliki efek multiplikasi. Jika terdapat dua faktor resiko, resikonya akan meningkat menjadi empat kali.

Diet Sehat: Pilar Pengelolaan Diabetes Mellitus

Dalam melakukan pengontrolan terhadap diabetes melitus, terdapat empat pilar utama yang harus diterapkan. Pilar penatalaksanaan DM terdiri dari edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani dan intervensi farmakologis. Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai bagaimana rekomendasi gizi sebagai bagian utama dari pengelolaan DM.

Secara umum, rekomendasi diet untuk orang dengan diabetes mellitus adalah sama dengan diet orang tanpa diabetes melitus. Namun, tetap saja, diet pada saat seseorang diketahui mengalami DM tentunya akan berbeda dibanding dengan diet yang dia lakukan selama sebelum terkena DM.