Karsinoma Serviks: Patogenesis dan Prinsip Penatalaksanaanya

Karsinoma serviks merupakan salah satu kanker yang paling sering pada wanita di seluruh dunia. Karsinoma sel skuamosa invasif mencakup 80% keganasan serviks. Tidak seperti kanker saluran reproduksi lainnya yang lebih banyak terjadi di negara industri, kanker serviks merupakan kanker pembunuh nomer satu pada wanita di dunia ketiga. Epidemiologi menunjukan bahwa kanker seviks merupakan penyakit menular seksual. Kanker skuamosa serviks dapat dicegah jika dilakukan skrining dan terapi yang tepat. 1  
Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN)

Hampir semua karsinoma sel skuamosa serviks invasif berkembang dari prekusor perubahan epitel yang disebut CIN (cervical intraepithelial neoplasia).

HPV dan Pengaruhnya pada Kanker Serviks

HPV adalah kelompok lebih dari 100 virus yang terkait. Mereka disebut papillomaviruses karena jenis tertentu dapat menyebabkan kutil, atau papillomas, yang jinak (bukan kanker) tumor. The HPV yang menyebabkan kutil umum yang tumbuh di tangan dan kaki berbeda dengan yang menyebabkan pertumbuhan di daerah tenggorokan atau kelamin. Beberapa jenis HPV yang terkait dengan jenis kanker tertentu. Ini yang disebut berisiko tinggi, onkogenik, atau HPV karsinogenik.
Infeksi HPV Genital sangat umum dan ditransmisikan secara seksual. Lebih dari 100 jenis HPV, lebih dari 30 jenis dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual.

Gizi Ibu Hamil dan Menyusui

Pada ibu yang hamil terdapat perubahan fungsi dari hampir setiap sistem di tubuhnya. Hal ini akan memengaruhi asupan gizinya.
A.    Gizi Ibu Hamil
 1. Efek Status Gizi Ibu terhadap Status Gizi Bayi saat Lahir

Berat badan ibu saat hamil berpengaruh terhadap berat badan lahir anaknya.1Wanita dengan berat badan rendah saat hamil akan menyebabkan anaknya juga memiliki berat badan yang rendah.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas pada Wanita

Usia

Banyak wanita yang menunggu sampai 30-an dan 40-an untuk memiliki anak. Bahkan, sekitar 20% wanita di Amerika Serikat saat ini memiliki anak pertama mereka setelah usia 35. Sekitar sepertiga dari pasangan dimana wanita lebih tua dari 35 tahun memiliki masalah kesuburan.1 Untuk wanita di bawah 30 tahun, tingkat kehamilan mencapai 70-75%, tetapi turun menjadi 60% pada wanita usia 30-35 tahun, dan 50% pada wanita berusia di atas 36 tahun.

Diagnosis Prenatal

Pengertian dan Manfaat

Diagnosis prenatal merupakan bermacam cara untuk mengetahui kesehatan dan kondisi fetus yang belum lahir. Tanpa diagnosis ini, dikhawatirkan ada sesuatu yang tidak diinginkan pada bayi, ibunya atau keduanya. Secara khusus, diagnosis pranatal memiliki fungsi sebagai berikut :

1. Mengelola sisa minggu kehamilan
2. Menentukan hasil kehamilan
3. Perencanaan untuk kemungkinan komplikasi dengan proses kelahiran
4. Perencanaan untuk masalah yang mungkin terjadi pada bayi yang baru lahir
5. Memutuskan apakah akan melanjutkan kehamilan
6. Kondisi yang dapat mempengaruhi kehamilan pada masa depan
Teknik
Ada berbagai teknik invasif dan non-invasif yang tersedia.

Endometriosis

Endometriosis merupakan suatu kelainan ginekologis jinak berupa adanya kelenjar dan stroma endometrium di tempat yang tidak seharusnya (di luar kavum uteri). Endometriosis ini dapat ditemukan di sembarang tempat mulai dari indung telur (ovarium), septum rektovaginal, ureter, kandung kemih, perikardium, pleura, paru hingga otak. Namun, yang paling sering, endometriosis ditemukan pada peritoneum panggul. Jika kelenjar dan stroma endometrium ditemukan pda miometrium, kondisi tersebut disebut sebagai adenomiosis.
Kelainan ini amat bergantung pada kondisi hormonal, terutama hormon kewanitaan sehingga mereka yang memiliki resiko lebih terkena kelainan ini adalah wanita pada usia reproduksi. Sekitar 5-10% wanita pada usia reproduksi memiliki endometriosis.

Deteksi Dini Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan kanker ginekologik yang paling sering dijumpai pada wanita (Parkin,2005).1  Pada tahun 2002, diestimasi terdapat 493 ribu kasus baru dan 274 ribu kematian.  Umumnya, insidens yang tinggi  terdapat pada negara berkembang.  Insidens tertinggi ditemukan pada ras Amerika Latin yang dikaitkan dengan karakteristik finansial dan budaya yang mempengaruhi akses terhadap skrining dan pengobatan.1,2 Kanker  serviks berkembang lebih dini daripada keganasan lainnya, tetapi diagnosis baru ditegakkan pada usia antara 40-59 tahun.1 Di Indonesia,terdapat 90-100 kasus kanker serviks dari 100 ribu penduduk dan menduduki peringkat pertama (Aziz MF;2005).2

FAKTOR RISIKO

Kini diketahui bahwa HPV (Human Papilloma

Bendungan Payudara

Pada masa persalinan, seorang wanita mengalami perubahan hormon dalam tubuh untuk mendukung produksi dan sekresi (pengeluaran) air susu ibu (ASI). ASI seringkali tidak langsung keluar sesaat setelah melahirkan. Akan tetapi, seiring dengan adanya rangsangan seperti keinginan ibu untuk memberikan ASI maupun gerakan menyusu dari bayi pada payudara ibu, produksi ASI akan semakin banyak. Namun, produksi ASI yang berlebih juga terkadang menimbulkan permasalahan.

Sebagian wanita menyusui mengalami keluhan nyeri pada payudara yang disebabkan oleh bendungan payudara. Bendungan tersebut terjadi pada kelenjar payudara akibat ekspansi dan tekanan dari produksi  dan penampungan ASI.

Antenatal Care (ANC): Konseling Prakonsepsi dan Pentingnya Persiapan Kehamilan

Prenatal care atau asuhan antenatal atau antenatal care (ANC) saat ini sudah mulai digalakan di Indonesia. Kesadaran masyarakat akan pentingnya memantau kondisi kehamilan membuat program ini berkembang dengan cukup baik. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah memastikan ibu dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan melahirkan bayi yang sehat.

Sebenarnya, prenatal care tidak hanya dilakukan untuk memantau kondisi kehamilan semata. Sebelum kehamilan itu terjadi, prenatal care sudah mulai diterapkan dengan adanya asuhan prekonsepsi (preconceptional care) pada saat merencanakan kehamilan.

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Pengaturan jarak kelahiran serta jumlah anak amat penting bagi terjaminnya pengasuhan yang optimal bagi anak. Ditambah lagi, laju pertumbuhan penduduk yang sudah sedemikian tinggi harus segera ditekan supaya tidak terjadi ledakan penduduk. Oleh karena itu, keluarga berencana menjadi suatu program yang pemerintah upayakan untuk dapat menjadi suatu budaya bagi masyarakat. Setiap kehamilan dan kelahiran hendaknya sudah terencakan sebelumnya.
Secara garis besar, alat kontrasepsi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu hormonal dan non hormonal.