Status Pubertas: Tanner Stage

Secara konseptual, pematangan pubertas dapat digambarkan dalam hal urutan, waktu, dan tempo (Pubertas terdiri dari serangkaian kejadian yang dapat diprediksi, dan urutan perubahan karakteristik seksual sekunder telah dikategorikan dalam beberapa kelompok).1 Karena perkembangan pubertas sangat variabel, Tanner telah mengajukan skala yang diterima untuk menggambarkan onset dan perkembangan perubahan pubertas. Anak laki-laki dan perempuan dinilai pada skala poin 5.

Spermatogenesis dan Oogenesis

Gametogenesis adalah perkembangan sel kelamin jantan dan betina, atau gamet. Sedangkan gamet adalah sel reproduksi haploid (oosit atau spermatozoa) yang penyatuannya diperlukan dalam reproduksi seksual untuk mengawali perkembangan individu baru.1 Gametogenesis merupakan pembelahan meiosis yakni metode khusus pembelahan sel, terjadi pada maturasi sel kelamin, dengan cara setiap inti sel anak menerima separuh jumlah sifat kromosom sel somatik spesiesnya.1 Beberapa dari tahap-tahap meiosis sangat menyerupai tahap-tahap terkait yang terdapat pada mitosis. 2 Meiosis, seperti halnya mitosis didahului oleh replikasi kromosom. Namun, replikasi tunggal ini diikuti oleh dua pembelahan sel yang berurutan yang disebut meiosis I dan meiosis II.

Preeklampsia dan Eklampsia: Komplikasi Bahaya pada Kehamilan

Preeklampsia dan eklampsia merupakan salah satu dari kelainan tekanan darah tinggi yang terjadi pada kehamilan. Menurut National High Blood Pressure Education Program, kelainan hipertensi yang menjadi komplikasi pada kehamilan dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu hipertensi gestasional (hipertensi pada kehamilan), sindrom preeklampsia dan eklampsia, sindrom preeclampsia pada hipertensi kronis dan hipertensi kronis. Angka kejadian dari kelainan-kelainan tersebut cukup tinggi, mencapai 5-10% dari kehamilan. Hal ini patut kita waspadai karena kelainan hipertensi tersebut merupakan salah satu dari triad kematian bersama dengan perdarahan dan infeksi.

Perdarahan Antepartum

Perdarahan merupakan salah satu penyebab kematian ibu pada kehamilan. Meskipun begitu, saat ini angka kejadiannya sudah jauh berkurang. Banyak pasien yang datang ke instalasi gawat darurat karena masalah perdarahan tersebut. Secara umum, kita mengenal dua jenis perdarahan berdasarkan waktunya, yaitu perdarahan antepartum atau sebelum persalinan dan perdarahan postpartum atau setelah persalinan. Perdarahan antepartum dapat terjadi pada kondisi plasenta previa maupun abrupsio plasenta. Sementara itu, perdarahan postpartum dapat terjadi pada kondisi atonia uteri atau laserasi pada saluran genitalia.

Pada perdarahan antepartum, sebelum persalinan, darah yang keluar dari vagina dalam jumlah sedikit masih dapat dianggap normal pada saat masa persalinan aktif.

Pemeriksaan Kesuburan (Fertilitas) pada Pria dan Wanita

Fertilitas merupakan kemampuan organ reproduksi untuk bekerja optimal menjalankan fungsi fertilisasi. Kondisi seseorang tidak dapat hamil setelah satu tahun menjalani hubungan intim secara teratur tanpa kontrasepsi disebut infertilitas atau ketidaksuburan. Pada wanita, penyebabnya dapat berupa infeksi pada vagina, kelainan serviks uteri, uterus, dan tuba falopi serta gangguan hormonal seperti hambatan sekresi FSH dan LH yang berperan dalam ovulasi. Pada pria, penyebabnya dapat berupa abnormalitas  pada sperma (baik morfologi maupun motilitas sperma), ejakulasi (ejakulasi retrograde, hipospadia)atau pun ereksi, infeksi pada jaringan genital yang menyebabkan obstruksi saluran genital serta pemakaian obat antikanker dan pengaruh radiasi.

Nutrisi Pada Kehamilan

Ibu hamil tidak lagi hanya bertanggungjawab terhadap diri sendiri dalam mencukupi kebutuhan nutrisinya. Janin yang berada dalam kandungannya, amat tergantung pada sikap dan perilaku ibu, terutama yang menyangkut kebutuhan nutrisi. Tentunya, karena harus memenuhi kebutuhan untuk dua individu, asupan makanan pun harus ditingkatkan. Namun, jangan sampai pula timbul kekhawatiran berlebih sehingga asupan makanan maupun suplemen justru terlampau tinggi.

Metode Kontrasepsi Hormonal

Salah satu metode kontrasepsi yang sudah digunakan sejak lama adalah dengan melakukan intervensi pada sistem hormonal seorang wanita. Berdasarkan waktunya, kita bisa membedakan menjadi kontrasepsi hormonal jangka pendek dan jangka panjang. Kontrasepsi hormonal jangka pendek dapat berupa pil kontrasepsi yang harus  diminum setiap hari. Disebut sebagai jangka pendek karena memang kerja dari pil yang sudah dikonsumsi tersebut hanya terjadi dalam waktu singkat. Seorang wanita harus setiap hari secara disiplin mengkonsumsi pil tersebut. Jika terlewat, resiko terjadi kehamilan setelah berhubungan seksual akan besar. Sementara itu, kontrasepsi hormonal jangka panjang dapat berupa injeksi atau suntik KB serta implan.

Mekanisme Pubertas Pada Perempuan

Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan. Jika dipandang dari aspek psikologis dan sosialnya, masa remaja adalah suatu fenomena fisik yang berhubungan dengan pubertas.

Leukorrhea (Keputihan)

1. Leukorrhea Fisiologis
Leukorrhea adalah keluarnya cairan dari vagina. Proses ini dapat berupa keadaan fisiologis atau patologis.1Pada keadaan fisiologis leucorrhea terjadi saat menstruasi. Pada saat menstruasi terjadi peluruhan endometrium yang nekrotik bersamaan dengan leukosit. Diperkirakan fungsi leucorrhea fisiologis ini adalah untuk melindungi saluran genital dari infeksi.2

Leukorrhea juga dipengaruhi oleh sekresi mucus serviks, terutama kelenjar Bartholin.1 Jumlah sekresi mucus ini terutama dipengaruhi oleh estrogen. Komposisi lainnya dalam sekret ini adalah sel epitel yang lepas dan bakteri. Keadaan yang dapat meningkatkan jumlah vaginal discharge adalah stress emosi, ovulasi, kehamilan, dan kesenangan seksual.1

2.

Leiomioma

Massa pada panggul atau pelvis merupakan suatu kondisi klinis yang dapat memberikan pengaruh pada organ reproduksi maupun organ sekitarnya. Masa pelvis biasanya merupakan kelainan yang didapatkan meskipun ada pula massa yang muncul sebagai pengaruh dari suatu kelainan bawaan atau kongenital. Seringkali, seorang wanita tidak memiliki keluhan akan keberadaan massa tersebut. Namun, ternyata pada saat pemeriksaan pelvis dapat ditemukan adanya massa tersebut.