Penatalaksanaan Penyakit Jantung Bawaan

Dampak penyakit jantung bawaan terhadap angka kematian bayi dan anak cukup tinggi sehingga dibutuhkan tata laksana PJB yang cepat, tepat dan spesifik. Sebelum era intervensi non-bedah berkembang, semua jenis PJB ditata laksana dengan tindakan bedah/operasi. Dengan berkembangnya teknologi melalui teknik kateterisasi dan intervensi, sebagian dari PJB dapat ditata laksana tanpa operasi. Kelebihan tindakan intervensi non-bedah dibandingkan dengan bedah adalah pasien terbebas dari komplikasi operasi, penggunaan mesin jantung-paru, waktu penyembuhan lebih cepat, lamanya masa perawatan di rumah sakit menjadi singkat, dan tidak ada jaringan parut bekas operasi di dada.

Patent Ductus Arteriosus

Pada janin, sebagian besar darah arteri pumonalis mengalir melalui duktus arteriosus ke aorta.1 Biasanya duktus arteriosus tetap terbuka selama beberapa jam sesudah lahir. Normalnya duktus arteriosus akan menutup dalam 10-15 jam setelah kelahiran. Mekanisme penutupan ini tidak seluruhnya dimengerti, tetapi beberapa faktor yang diduga berperan adalah kadar oksigen arterial, kadar prostaglandin, genetik, dan faktor lain yang belum diketahui. Faktor-faktor tersebut menyebabkan nekrosis seluler pada dinding duktus arteriosus yang akan diikuti dengan konstriksi otot dinding duktus pada tahap berikutnya.

Pahami Jadwalnya, Lengkapi Imunisasinya

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Imunisasi merupakan salah satu strategi pencegahan penyakit yang sudah lama diterapkan di seluruh dunia. Dalam hal ini, penyakit yang dicegah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh suatu mikroorganisme tertentu. Cakupan imunisasi yang menyeluruh dalam masyarakat amat membantu dalam mengurangi kejadian suatu penyakit hingga dapat mengeradikasi penyakit tersebut. Salah satu penyakit yang saat ini sudah tidak ada lagi karena berhasilnya program imunisasi terhadap penyakit itu adalah variola atau penyakit cacar (bukan varisela atau cacar air). Polio juga menjadi penyakit yang angka kejadiannya saat ini sudah menurun drastis meskipun belum 100% tereradikasi.

Nutrisi, Kunci Awal Tumbuh Kembang Anak

Anak-anak bukanlah orang dewasa yang berbadan kecil. Biopsikososial seorang anak belumlah berkembang sebagaimana orang dewasa, termasuk fungsi-fungsi fisiologis dan tumbuh kembang. Anak-anak masih mengalami tumbuh kembang yang pesat, yang rentan sekali mengalami gangguan dan hambatan.

Pertumbuhan seorang anak dimulai sejak konsepsi atau bertemunya sperma dan sel telur pada di dalam rahim seorang wanita (lebih tepatnya pada saluran yang disebut sebagai tuba falopi). Pertumbuhan tersebut akan terus berlanjut hingga seorang anak menjadi dewasa seutuhnya. Sementara itu, perkembangan didefinisikan sebagai maturasi dari fungsi-fungsi.

Untuk mengetahui pertumbuhan seorang anak, kita dapat melakukan evaluasi pertumbuhan fisik dengan pengukuran berat badan.

Morbus Hirschprung

Perkembangan Normal Sistem Pencernaan

Usus primitif mulai dapat dikenali pada usia keempat kehamilan, terdiri dari tiga bagian: foregut, midgut, dan hindgut (usus depan, tengah, dan belakang). Usus bagian depan akan membentuk traktus gastrointestinal bagian atas, termasuk esofagus, gaster, dan duodenum sampai dengan setinggi duktus biliaris komunis. Sementara itu, usus bagian tengah akan membentuk sisa usus halus dan kolon setinggi midtransversal. Usus bagian belakang akan membentuk sisa kolon dan bagian atas dari kanalis analis.

Usus tengah tumbuh dengan cepat sehingga menonjol ke luar dinding abdomen melalui angulus umbilikalis selama perkembangan fetus.

Kelainan Kongenital yang Diturunkan

Kelainan congenital, malformasi congenital, anomali congenital, atau cacat lahir merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan kelainan struktural, perilaku faal, dan kelainan metabolik yang terdapat pada waktu lahir. Cacat-cacat struktural congenital yang besar terjadi pada 2-3 % bayi yang lahir hidup, dan 2-3 % lainnya dikenali pada anak-anak umur 5 tahun. Cacat lahir merupakan penyebab besar kematian bayi yaitu kira-kira 21 % dari semua kematian bayi. Pada 40-60 % dari semua cacat lahir, penyebabnya tidak diketahui.

Imunisasi

Imunisasi merupakan upaya pencegahan terhadap penyakit tertentu pada diri seseorang dengan pemberian vaksin. Vaksin adalah antigen yang dapat bersifat aktif maupun inaktif yang berasal dari mikroorganisme ataupun racun yang dilemahkan. Pemberian vaksin bisa melalui injeksi ,misalnya vaksin BCG, DPT, DT, TT, Campak, dan Hepatitis B. Sedangkan yang diberikan secara oral yaitu vaksin polio. Pemberian vaksin secara dini dan rutin pada bayi dan balita diketahui mampu memunculkan kekebalan tubuh secara alamiah. Cara itu sangat efektif, mudah, dan murah untuk menangkal berbagai penyakit menular.

Gagal Ginjal Akut pada Anak

Gagal ginjal akut didefinisikan sebagai penurunan fungsi ginjal mendadak yang menyebabkan ketidakmampuan pengaturan asam, elektrolit, dan pembuangan metabolism asam dan air.1,2,3,4 Dalam bahasa Inggris istilah yang digunakan saat ini adalah acute kidney injury (menggantikan acute kidney failure), untuk menggambarkan bahwa kondisi ini reversible.2

Epidemiologi

Data jumlah gagal ginjal akut pada anak menunjukkan angka yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan criteria dan variasi daerah sendiri. Menurut data yang ada di Indonesia, bila menggunakan criteria kebutuhan terapi pengganti ginjal(renal replacement theraphy), angka kejadian di Pediatric Intensive Care Unit kurang dari 1-2%.

Diagnosis Prenatal

Pengertian dan Manfaat

Diagnosis prenatal merupakan bermacam cara untuk mengetahui kesehatan dan kondisi fetus yang belum lahir. Tanpa diagnosis ini, dikhawatirkan ada sesuatu yang tidak diinginkan pada bayi, ibunya atau keduanya. Secara khusus, diagnosis pranatal memiliki fungsi sebagai berikut :

1. Mengelola sisa minggu kehamilan
2. Menentukan hasil kehamilan
3. Perencanaan untuk kemungkinan komplikasi dengan proses kelahiran
4. Perencanaan untuk masalah yang mungkin terjadi pada bayi yang baru lahir
5. Memutuskan apakah akan melanjutkan kehamilan
6. Kondisi yang dapat mempengaruhi kehamilan pada masa depan
Teknik
Ada berbagai teknik invasif dan non-invasif yang tersedia.

Diare Akut Pada Anak (Pedoman Penatalaksanaan Diare Akut, WHO)

Seorang anak dapat dikatakan mengalami diare cair akut apabila terjadi diare lebih dari 3 kali sehari (BAB) selama kurang dari 14 hari serta tidak mengandung darah. Apabila diare berdarah, kondisi tersebut kita sebut sebagai disentri. Sementara itu, dari segi waktu, apabila terjadi lebih dari 14 hari, diare tersebut disebut diare persisten. Klasifikasi terbaru digunakan untuk diare akut yang masih terjadi selama lebih dari 7 hari, yaitu diare memanjang (prolonged diarrhea).

Apabila menghadapi seorang anak yang diare, kita harus memperhatikan komplikasi utama yang dapat terjadi, yaitu status dehidrasi.