Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetes (KAD) merupakan salah satu komplikasi akut dari diabetes mellitus, terutama DM tipe 1. Kondisi ini ditandai oleh beberapa hal seperti hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis metabolik.

Patofisiologi ketoasidosis diabetik. Tanda dan gejala yang timbul pada kejadian KAD disebabkan oleh kondisi defisiensi insulin secara relatif maupun absolut yang kemudian menyebabkan peningkatan counter-regulatory hormones (katekolamin, glukagon, growth hormon, dan kortisol). Peningkatan hormon-hormon tersebut menyebabkan hiperglikemia karena penggunaan glukosa berkurang disertai glukoneogenesis hepatik yang meningkat, lipolisis yang kemudian menyebabkan pembentukan benda keton, serta peningkatan metabolisme protein dan penurunan sintesis protein.

Keracunan Sianida

Sianida (CN) merupakan racun yang bersifat sangat toksik. Dalam takaran kecil, garam sianida dapat menimbulkan kematian. Sumber dari sianida dapat berupa asam sianida (HCN), NaCN, KCN, AgCN atau cyanogen (C2N2). Asam sianida merupakan cairan jernih yang bersifat asam, larut dalam air, mempunyai titik didih 26.5⁰C sehingga mudah menguap dalam suhu ruangan. Asam sianida ini terkenal degan aromanya yang khas seperti almond. NaCN dan KCN dipakai dalam proses pengerasan besi dan baja, penyepuhan emas dan perak serta dalam fotografi.

Kapan Resusitasi Jantung Paru Dilakukan?

Dalam arti luas resusitasi merupakan segala bentuk usaha medis, yang dilakukan terhadap mereka yang berada dalam keadaan gawat atau kritis, untuk mencegah kematian. Kematian di dalam klinik diartikan sebagai hilangnya kesadaran dan semua refleks, disertai berhentinya pernafasan dan peredaran darah yang ireversibel. Oleh karena itu resusitasi merupakan segala usaha untuk mengembalikan fungsi sistem pernafasan, peredaran darah dan saraf, yang terhenti atau terganggu sedemikain rupa sehingga fungsinya dapat berhenti sewaktu-waktu, agar kembali menjadi normal seperti semula.

Berhasil tidaknya resusitasi jantung paru tergantung pada cepat tindakan dan tepatnya teknik pelaksanaannya.

Algoritma Tatalaksana Henti Jantung Pada Dewasa

Ada empat ritme listrik jantung yang menyebabkan terjadinya henti jantung, yaitu pulseless ventricular tachycardia (VT), ventricular fibrilation (VF), pulseless electric activity (PEA), dan asystole. Ritme-ritme jantung tersebut menyebabkan jantung tidak dapat memompa untuk membuat darah mengalir secara signifikan. Penyebab-penyebab terjadinya henti jantung yang dapat ditangani, dalam istilah bahasa Inggris disebut sebagai the H’s dan  the T’s yaitu H: Hypoxia (hipoksia), hypovolemia (hipovolemik), hydrogen ion/asidosis (asidosis), hypo-/hyperkalemia, hypothermia; T: Toxins (racun), tamponade jantung, tension pneumothorax, thrombosis pulmonary, thrombosis coronary. Meski jantung berhenti, penderita belum lah dikatakan meninggal.

Guideline Klinis Hematuria dari American College of Physicians (ACP)

Artikel Asli: Nielsen M, Qaseem A. Hematuria as a Marker of Occult Urinary Tract Cancer: Advice for High-Value Care From the American College of Physicians. Ann Intern Med. Published online 26 January 2016 doi:10.7326/M15-1496

Hematuria adalah kondisi adanya hemoglobin atau sel darah merah dalam urine. Kasus hematuria umum ditemui pada kasus rawat jalan. Meski belum ada rekomendasi untuk skrining hematuria, banyak pasien yang mendapatkan pemeriksaan dipstik urine dan pemeriksaan mikroskopik sebagai suatu pemeriksaan yang rutin.

Diare Akibat Virus dan Keracunan Makanan

A. Diare Akibat Infeksi Virus

Gastroenteritis viral adalah infeksi usus yang disebabkan berbagai macam virus. Gastroenteritis virus sangat menular dan merupakan penyakit yang paling umum kedua di Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan jutaan kasus diare setiap tahun.Virus merupakan penyebab diare tersering yang angka kejadiannya mencapai jutaan kasus tiap tahunnya.1 Umumnya adalah karena Rotavirus.2 Siapapun bisa mendapatkan Gastroenteritis virus dan kebanyakan orang sembuh tanpa komplikasi.

Diare Akut Pada Anak (Pedoman Penatalaksanaan Diare Akut, WHO)

Seorang anak dapat dikatakan mengalami diare cair akut apabila terjadi diare lebih dari 3 kali sehari (BAB) selama kurang dari 14 hari serta tidak mengandung darah. Apabila diare berdarah, kondisi tersebut kita sebut sebagai disentri. Sementara itu, dari segi waktu, apabila terjadi lebih dari 14 hari, diare tersebut disebut diare persisten. Klasifikasi terbaru digunakan untuk diare akut yang masih terjadi selama lebih dari 7 hari, yaitu diare memanjang (prolonged diarrhea).

Apabila menghadapi seorang anak yang diare, kita harus memperhatikan komplikasi utama yang dapat terjadi, yaitu status dehidrasi.

Biomekanika Trauma

Untuk menentukan mekanisme kejadian, pemahaman tentang Biomekanika Trauma sangat dibutuhkan Biomekanika trauma adalah ilmu yang mepelajari kejadian cedera pada suatu jenis kecelakaan tertentu. Keterangan yang jelas mengenai kecelakaan yang terjadi membuat kita dapat menemukan jenis perlukaan yang terjadi.

1. Biomekanika trauma pada kecelakaan mobil
Trauma pada kecelakaan mobil dapat disebabkan karena :
a. Benturan antara penderita dengan kendaraan, atau benturan antara penderita dengan benda lain di luar kendaraan jika terlempar keluar.
b.

Terapi Oksigen

Oksigen

Adalah suatu molekul berbentuk gas dengan rumus kimia 02. Oksigen diperlukan oleh sel hidup sebagai bahan bakar untuk mendapatkan energi. Oksigen dalam kandungan yang berbeda-beda dapat ditemukan di dalam air, udara dan tanah. Kandungan oksigen di dalam udara bervariasi, tergantung tempat karena pada tekanan yang lebih rendah konsentrasi suatu zat akan menjadi lebih kecil. Pada daerah setinggi permukaan laut konsentrasi oksigen sekitar 21 %, semakin tinggi suatu tempat konsentrasi oksigen akan berkurang. Manusia mendapatkan oksigen dari proses bernapas yang disebut respirasi, secara garis besar proses bernapas dibagi menjadi 2 yaitu inhalasi (menarik napas) dan ekspirasi (membuang napas).

Pernapasan Buatan

Pernapasan buatan dilakukan bila penolong mendapati korban dengan henti napas, pernapasan terlalu lambat atau terlalu cepat, atau bila pernapasan korban terlalu dangkal. Pernapasan buatan dinilai cukup bila dada kiri dan kanan bergerak naik turun bersamaan, terasa dan terdengar aliran udara keluar saat korban ekspirasi.

• Pernapasan buatan mulut-mulut
Pernapasan buatan langsung mulut ke mulut sangatlah beresiko. Kemungkinan kontak dengan cairan tubuh korban termasuk muntahan sangat besar. Untuk melakukan pernapasan buatan mulut ke mulut gunakanlah alat pelindung barrier device, face shield.