Kaitan Diabetes dengan Hipertensi

Tekanan darah rata-rata merupakan kekuatan utama untuk mendorong darah ke jaringan. Tekanan darah tersebut harus diatur supaya tidak berlebih maupun kurang. Jika tekanan darah kurang, dikhawatirkan darah tidak dapat menjangkau organ-organ yang membutuhkan terutama otak. Jika berlebih, jantung akan bekerja terlalu keras juga terjadi peningkatan resiko kerusakan vaskular maupun rupturnya pembuluh darah kecil. 1

Meskipun terdapat kontrol tekanan darah, terutama yang dilakukan oleh baroreseptor di dalam sistem sirkulasi, kadangkala mekanisme tersebut tidak berjalan dengan baik.

Algoritma Tatalaksana Henti Jantung Pada Dewasa

Ada empat ritme listrik jantung yang menyebabkan terjadinya henti jantung, yaitu pulseless ventricular tachycardia (VT), ventricular fibrilation (VF), pulseless electric activity (PEA), dan asystole. Ritme-ritme jantung tersebut menyebabkan jantung tidak dapat memompa untuk membuat darah mengalir secara signifikan. Penyebab-penyebab terjadinya henti jantung yang dapat ditangani, dalam istilah bahasa Inggris disebut sebagai the H’s dan  the T’s yaitu H: Hypoxia (hipoksia), hypovolemia (hipovolemik), hydrogen ion/asidosis (asidosis), hypo-/hyperkalemia, hypothermia; T: Toxins (racun), tamponade jantung, tension pneumothorax, thrombosis pulmonary, thrombosis coronary. Meski jantung berhenti, penderita belum lah dikatakan meninggal.

Fisiologi Penyembuhan Luka

Kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan merupakan cara bertahan hidup yang penting bagi makhluk hidup. Dalam proses penyembuhan luka, hanya terdapat 2 mekanisme yang terjadi di tempat luka tersebut, yaitu regenerasi, atau penggantian dari jaringan yang rusak dengan jaringan yang mirip, dan pembentukan scar yang mana jaringan rusak tersebut digantikan oleh protein jaringan ikat yang baru. Regenerasi merupakan mekanisme penyembuhan yang lebih baik karena itu menjaga fungsi dan penampakan normal. Pembentukan scar merupakan alternatif yang kurang memuaskan dan terjadi hanya ketika jaringan tersebut tidak mampu untuk beregenerasi.

Fungsi Vaskular dalam Hemostasis dan Pembekuan Darah

Hemostasis merupakan suatu urutan respons yang dapat menghentikan perdarahan. Ketika pembuluh darah mengalami kerusakan atau rupture, maka hemostasis bekerja dengan cepat untuk menghentikan perdarahan tersebut melalui beberapa mekanisme seperti: spasme vascular, pembentukan sumbat platelet dan koagulasi.  Spasme vascular lebih diinisiasi oleh kerusakan otot polos, substansi yang dikeluarkan oleh platelet teraktivasi dan oleh reflex yang diinisiasi oleh reseptor nyeri. Sedangkan pembentukan sumbat platelet dilalui melalui proses adhesi platelet pada sel endotel yang rusak, diikuti oleh reaksi pengeluaran platelet dibantu oleh ADP dan tromboksan A2 dan diakhiri dengan agregasi platelet.

Fibrilasi Atrium: Diagnosis dan Tatalaksana

Oleh dr. Rahmanu Reztaputra

Artikel asli: Guiterrez C, Blanchard DG. Atrial Fibrillation: Diagnosis and Treatment.  Am Fam Physician.2011;83(1):61-68

Disclaimer: Artikel ini merupakan saduran dengan bahasa yang lebih sederhana dari artikel di atas. Target pembaca artikel ilmiah populer ini adalah mahasiswa rumpun ilmu kesehatan tingkat awal. Artikel ini lebih bertujuan sebagai pendahuluan atau membuka wawasan mengenai topik di atas. Untuk informasi yang lebih lengkap pembaca disarankan mencari artikel di atas.

Keterangan: Sebaiknya pembaca telah memahami fisiologi jantung dan elektrokardiografi terlebih dahulu karena tidak semua dijelaskan di sini

Salah satu golongan besar penyakit jantung adalah gangguan irama jantung.

Diabetes Sebagai Faktor Risiko Aterosklerosis

Penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner adalah penyempitan arteri koronaria besar di bagian proksimal oleh aterosklerosis.(1) Aterosklerosis merupakan kelainan pada pembuluh darah yang ditandai dengan lesi intimal yang ditandai dengan atheromas (juga disebut atheromatus atau plak aterosklerosis) yang menonjol ke pembuluh lumen. Kelainan ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang lebih banyak dibandingkan kelainan lain di negara-negara barat. Faktor resiko yang telah diidentifikasi melalui beberapa pendekatan prospektif oleh Framingham Heart Study and Atherosklerosis Risk in Communities Studymenunjukan bahwa faktor-faktor resiko memiliki efek multiplikasi. Jika terdapat dua faktor resiko, resikonya akan meningkat menjadi empat kali.

Denyut dan Siklus Jantung

Ekspansi alternatif dan recoil arteri elastik sesudah sistol ventrikel kiri akan menghasilkan gelombang tekanan yang berjalan. Itulah yang disebut dengan pulse atau denyut jantung. Pulse paling kuat pada arteri yang dekat dengan jantung dan semakin melemah ketika mencapai arteriol bahkan menghilang di kapiler. Pulse bisa dirasakan pada arteri yang dekat dengan permukaan tubuh serta yang terkompresi dengan tulang atau struktur kuat lainnya. Misalnya adalah arteri radialis pada pergelangan tangan atau arteri brachialis pada lipat siku tangan.

Anomali Hubungan Vena Pulmonalis Total dan Koarktasio Aorta

Total anomalous pulmonary venous connection (TAPVC)

Total anomalous pulmonary venous connection (TAPVC) merupakan abnormalitas aliran dari dimana keempat vena pulmonalis mengalir menuju vena sistemik atau atrium kanan baik dengan atau tanpa obstruksi vena.

Darah dari vena pulmonalis dan aliran sistemik tercampur di dalam atrium kanan. Defek atrium atau foramen ovale penting sebagai output pada ventrikel kiri baik pada fetus maupun sirkulasi bayi baru lahir.

Embriologi

Pada hari ke-25 hingga 27, hubungan antara vena pulmonary tetap terjadi dengan superior vena cava, dan sistem portal.

Anemia dan CKD Berkaitan dengan Fibrilasi Atrium Onset Baru

Sebuah penelitian di Jepang mendapatkan hasil bahwa terdapat keterkaitan antara kondisi anemia serta penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease) dengan timbulnya onset baru fibrilasi atrium. Penelitian kohort prospektif yang dilaksanakan di Universitas Tsukuba serta beberapa multicenter di Jepang tersebut menemukan bahwa laju filtrasi glomerulus (eGFR)  <60 mL/menit/1,73 m2 memiliki 2,56 kali keterkaitan lebih besar dengan timbulnya fibrilasi atrium baru dibandingkan dengan kondisi ginjal normal. Masa follow up dari penelitian tersebut dilaksanakan selama 13.8 tahun.

Sementara itu, kadar hemoglobin <13 g/dL memiliki keterkaitan 1,5 kali lebih besar dengan onset baru fibrilasi atrium.

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik Kardiovaskular

Anamnesis1

Seringkali, pasien datang dengan keluhan berupa sesak nafas, nyeri dada, palpitasi, dan pusing atau sinkop. Yang perlu dilakukan saat anamnesis adalah menggali ciri-ciri dari gejala utama tersebut, seperti onset, progresifitas, maupun derajatnya.

a. Sesak nafas (dispnea)

Dispnea merupakan gejala penyakit jantung yang paling umum. Tentukan apakah sesak timbul saat istirahat, saat aktivitas, saat berbaring (ortopnea; membaik bila tidur dengan bantal tambahan)atau saat malam hari. Juga, ditentukan apakah terjadi mendadak atau bertahap.