Infeksi Virus dan Bakteri pada Mata

Infeksi pada mata dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, ataupun parasit. Infeksi tersebut dapat mengenai seluruh bagian mata, mulai dari kelopak mata hingga lensa. Infeksi pada mata dapat menyebabkan mata merah dengan penglihatan yang menurun maupun tidak. Pada penglihatan yang menurun, infeksi terjadi pada media refraksi mata, seperti pada kornea dan lensa. Sedangkan, pada penglihatan yang normal, infeksi terjadi pada struktur sekitar mata.1
Konjungtivitis
Konjungtivitis merupakan inflamasi pada konjungtiva yang menyebabkan adanya hiperemis mata dan keluarnya sekret purulen. Konjungtivitis ini terjadi akibat lemahnya sistem pertahanan pada konjungtiva.

Infeksi Human Imunodeficienci Virus (HIV)

Infeksi human immunodeficiency virus (HIV) atau AIDS merupakan suatu pandemik global;. Pada akhir tahun 2009 didapatkan data bahwa terdapat 33,3 juta penduduk dunia yang hidup dengan HIV/AIDS. Lebih dari 95% berada di negara dengan pendapatan rendah dan menengah. Selain pada orang dewasa, HIV menjangkiti sekitar 2,5 juta anak-anak <15 tahun.

Imunodefisiensi

Imunodefisiensi merupakan defek pada salah satu atau lebih komponen imunitas tubuh yang dapat meninmbulkan gejala klinis, bahkan sampai mengancam nyawa.1,2 Terdapat beberapa karakteristik utama imunodefisiensi, yaitu memiliki hasil akhir berupa peningkatan suspektibilitas terhadap infeksi, peningkatan suspektibilitas terhadap kanker, peningkatan insidens autoimunitas, dan disebabkan oleh defek maturasi/aktivasi limfosit.Imunodefisiensi dapat dibagi menjadi kelainan imunodefisiensi primer, yang hampir selalu ditentukan oleh faktor genetik, dan imunodefisiensi sekunder, yang dapat muncul sebagai komplikasi dai kanker, infeksi, malnutrisi, atau efek samping imunosupresan, radiasi, atau kemoterapi.3Berikut akan dijelaskan mengenai imunodefisiensi primer dan sekunder.

Imunodefisiensi Primer
Sebagian besar penyakit imunodefisiensi primer ditentukan secara genetik dan mempengaruhi bagian

Imunopatologi Tuberculosis

Awal infeksi
Transmisi M.tuberkulosis dilakukan melalui droplet udara yang kemudian dihirup oleh orang sehat. Sebagian besar bakteri terbuang oleh silia dari epitel respiratorius, namun terdapat beberapa kuman yang masuk ke dalam alveolus.1 Infeksi TB terjadi bila jumlah bakteri mencapai 5 basil.2 Kuman yang masuk ini kemudian difagositosis oleh makrofag yang belum teraktivasi secara spesifik. Fagositosis ini terjadi melalui interaksi dengan molekul permukaan makrofag, seperti reseptor komplemen, reseptor mannosa, reseptor igGFc, dan reseptor type A scavenger. Setelah fagositosis terjadi dan terbentuk fagosom, dinding bakteri menghasilkan LAM (glikolipid lipoarabinomannan) yang menghambat ion Ca2+ intrasel.

Infeksi Bakteri dan Jamur pada Sistem Syaraf

A.    Infeksi Bakteri

Jenis Penyakit akibat Infeksi Bakteri

Bakteri dapat menginfeksi berbagai struktur yang terdapat di sistem saraf pusat. Untuk mencapai otak dan struktur sekitarnya, mikroorganisme menggunakan cara berikut1,2:

–          hematogen, jalur ini paling sering. Biasanya melalui arteri, tetapi penyebaran lewat vena juga dapat terjadi, khususnya vena dari wajah.

Infeksi Dasar

Infeksi merupakan peristiwa masuk dan menggandanya mikroorganisme (agen) di dalam tubuh pejamu (host), sedangkan penyakit infeksi merupakan manifestasi klinik bila terjadi kerusakan jaringan dan atau fungsi bila reaksi radang / imun pejamu terpanggil. Pejamu memiliki benteng terhadap infeksi yang tersebar di seluruh jaringan dan mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh.

Imunisasi

Imunisasi merupakan upaya pencegahan terhadap penyakit tertentu pada diri seseorang dengan pemberian vaksin. Vaksin adalah antigen yang dapat bersifat aktif maupun inaktif yang berasal dari mikroorganisme ataupun racun yang dilemahkan. Pemberian vaksin bisa melalui injeksi ,misalnya vaksin BCG, DPT, DT, TT, Campak, dan Hepatitis B. Sedangkan yang diberikan secara oral yaitu vaksin polio. Pemberian vaksin secara dini dan rutin pada bayi dan balita diketahui mampu memunculkan kekebalan tubuh secara alamiah. Cara itu sangat efektif, mudah, dan murah untuk menangkal berbagai penyakit menular.

Gangguan Ginjal pada Malaria dan Lupus Eritematosus

A. Malaria 1

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa yang diinisiasi oleh gigitan nyamuk ano­pheles betina yang terinfeksi. Sekitar 35% populasi dunia diperkirakan terinfeksi, dengan 10 juta kasus baru muncul dan sekitar 2 juta kematian terjadi. Malaria sekarang meningkat secara global karena obat dan insektisida resisten.

Siklus Hidup

Ada empat spesies plasmodium yang menyebabkan malaria pada manusia yang mana P. falcifarum merupa­kan yang paling virulen. Semua memiliki siklus hidup yang hampir mirip. Pada tahap asimptomatik preeritrosi­tik, sporozoit dari saliva nyamuk anopheles terinjeksi ke aliran darah saat gigitan nyamuk.

Etiologi Tuberculosis

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit granulamatosa kronis menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.   Tidak hanya mengenai paru, penyakit ini juga dapat mengenai organ lain.  Penularan langsung terjadi melalui inhalasi mikroaerosol ekspektorasi (droplet) atau pajanan ke sekresi pasien TB.  Selain M. tuberculosis, M.bovis  juga menyebabkan TB orofaring dan usus yang berjangkit melalui susu sapi perah yang mengidap tuberkulosis. Sedangkan M.avium-intracellulare merupakan strain yang sering ditemukan pada pasien AIDS, mengenai 10 hingga 30% pasien.  Penularan strain ini melalui tanah, air, unggas, babi, dan hewan ternak.

Diare Akibat Virus dan Keracunan Makanan

A. Diare Akibat Infeksi Virus

Gastroenteritis viral adalah infeksi usus yang disebabkan berbagai macam virus. Gastroenteritis virus sangat menular dan merupakan penyakit yang paling umum kedua di Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan jutaan kasus diare setiap tahun.Virus merupakan penyebab diare tersering yang angka kejadiannya mencapai jutaan kasus tiap tahunnya.1 Umumnya adalah karena Rotavirus.2 Siapapun bisa mendapatkan Gastroenteritis virus dan kebanyakan orang sembuh tanpa komplikasi.