Status Pubertas: Tanner Stage

Secara konseptual, pematangan pubertas dapat digambarkan dalam hal urutan, waktu, dan tempo (Pubertas terdiri dari serangkaian kejadian yang dapat diprediksi, dan urutan perubahan karakteristik seksual sekunder telah dikategorikan dalam beberapa kelompok).1 Karena perkembangan pubertas sangat variabel, Tanner telah mengajukan skala yang diterima untuk menggambarkan onset dan perkembangan perubahan pubertas. Anak laki-laki dan perempuan dinilai pada skala poin 5.

Spermatogenesis dan Oogenesis

Gametogenesis adalah perkembangan sel kelamin jantan dan betina, atau gamet. Sedangkan gamet adalah sel reproduksi haploid (oosit atau spermatozoa) yang penyatuannya diperlukan dalam reproduksi seksual untuk mengawali perkembangan individu baru.1 Gametogenesis merupakan pembelahan meiosis yakni metode khusus pembelahan sel, terjadi pada maturasi sel kelamin, dengan cara setiap inti sel anak menerima separuh jumlah sifat kromosom sel somatik spesiesnya.1 Beberapa dari tahap-tahap meiosis sangat menyerupai tahap-tahap terkait yang terdapat pada mitosis. 2 Meiosis, seperti halnya mitosis didahului oleh replikasi kromosom. Namun, replikasi tunggal ini diikuti oleh dua pembelahan sel yang berurutan yang disebut meiosis I dan meiosis II.

Sirosis Hati

Sirosis termasuk dalam 10 penyebab kematian di dunia barat. Penyebab utamanya termasuk penyalahgunaan alkohol, infeksi kronis, hepatitis autoimun, penyakit bilier dan kelebihan besi. Sirosis merupakan keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus degeneratif. Gambaran ini terjadi akibat nekrosis hepatoseluler. Jaringan penunjang retikulin kolaps disertai deposit jaringan ikat, distorsi jaringan vaskular, dan regenerasi nodularis parenkim hati.

Klasifikasi Nefritis Lupus oleh International Society of Nephrology and Renal Pathology Society

Pada biopsi ginjal, pola dan beratnya jejas penting dalam menentukan diagnosis serta terapi yang paling baik. Saat ini, kriteria nefritis lupus telah menggunakan klasifikasi dari International Society of Nephrology (ISN) dan Renal Pathology Society (RPS). Sistem tersebut berfokus pada penyakit glomerulus meskipun adanya penyakit pada interstitial tubulus dan vaskular juga penting dalam mempengaruhi outcome klinis.

Sindrom Koroner Akut

Pendekatan Klinis Nyeri Dada

Nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan bermacam organ seperti jantung, paru, pembuluh darah hingga organ pencernaan. Infark miokard menjadi diagnosis utama pasien yang datang ke rumah sakit karena nyeri dada. Selain infark miokard, kelainan pada saluran cerna seperti refluks gastroesofagus, kelainan motilitas esofagus, ulkus peptikus dan batu empedu rupanya menjadi diagnosis utama pasien nyeri dada yang datang ke rumah sakit.

Skor TIMI Pada Stemi dan Non Stemi

Pada saat melakukan diagnosis kasus sindrom koroneri akut, prognosis pasien juga perlu dipertimbangkan. Saat ini, salah satu sistem skoring yang sering digunakan adalah TIMI Score (Thrombolysis in Myocardial Infarction (TIMI). Skor TIMI berbeda antara kasus STEMI (ST-elevation myocardial infarction) dengan kasus NSTEMI (non ST-elevation myocardial infarction).

Pada kasus N-STEMI, sebelumnya kita perlu perhatikan tanda dan gejala berupa: nyeri dada iskemi pada saat istirahat dalam 24 jam terakhir, dengan disertai bukti penyakit jantung koroner (dapat berupa deviasi segmen ST atau peningkatan penanda enzim jantung).

Sistemik Lupus Eritematosus: Manifestasi pada Berbagai Organ

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang dikenal sebagai lupus merupakan penyakit autoimun yang mana kerusakan organ serta selnya dimediasi oleh autoantibodi serta kompleks imun. Kondisi autoimun tersebut bersifat sistemik sehingga dapat menimbulkan manifestasi pada berbagai sistem organ.

Manifestasi SLE pada Sistem Muskuloskeletal

Sebagian besar pasien SLE mengalami poliartritis intermiten, yang bervariasi dari ringan hingga mengganggu aktivitas. Pada jaringan lunak terdapat pembengkakan dan tenderness pada sendi atau tendon. Umumnya poliartritis tersebut terjadi pada tangan, pergelangan tangan dan lutut. Deformitas sendi hanya terjadi pada sekitar 10%.

Sistemik Lupus Eritematosus: Faktor Risiko dan Patogenesis

Apa itu systemic lupus erythematosus?

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang dikenal sebagai lupus merupakan penyakit autoimun yang mana kerusakan organ serta selnya dimediasi oleh autoantibodi serta kompleks imun. Autoantibodi tersebut pada sebagian besar penderitanya sudah ada beberapa tahun sebelum mulai timbul gejala klinis. Semua orang dari berbagai golongan usia, etnis maupun gender dapat berisiko mengalami SLE. Namun, sekitar 90% penderitanya adalah wanita dalam usia produktif.

Bagaimana patogenesis terjadinya systemic lupus erythematosus?

SLE merupakan penyakit yang bersifat multifaktorial. Terdapat interaksi antara gen dan faktor lingkungan yang kemudian menghasilkan respon imun yang abnormal.

Sindrom Steven Johnson

Sindrom steven johnson merupakan sindrom yang mengenai kulit, selaput lendir di orifisium dan mata (trias kelainan). Keadaan umum penderita dapat bervariasi dari ringan sampai berat (bahkan dapat soporous hingga koma). Pada kulit, dapat muncul eritema, vesikel/bula maupun purpura.

Sindrom steven johnson saat ini kejadiannya relatif meningkat. Salah satu penyebab dari sindrom ini adalah alergi obat (50%) sementara masa sekarang obat-obatan semakin mudah diperoleh secara bebas. Obat-obatan yang paling sering diduga sebagai pencetus alergi adalah analgetik/antipiretik (45%), karbamazepin (20%), dan jamu (13,3%). Sebagian besar jamu dibubuhi oleh obat.

Sarkoma, Tumor Ganas Jaringan Lunak

Sarkoma adalah kelompok tumor yang berasal terutama dari mesoderm, tetapi dapat berasal dari ektoderm yaitu tumor sistem saraf perifer. Sarkoma merupakan tumor yang jarang, terhitung kurang dari 1% dari seluruh kanker pada dewasa, dan 7% kanker pada anak-anak. Sarkoma terbagi menjadi sarkoma jaringan lunak, sarkoma tulang (osteosarkoma dan kondrosarkoma), Sarkoma Ewing, dan tumor neuroektodermal primitif perifer.