Peningkatan Risiko Ketoasidosis Diabetes setelah Inisiasi Terapi SGLT2 Inhibitor

dr. Johny Bayu Fitantra Salah satu obat hipoglikemik oral (OHO) terbaru untuk pasien diabetes antara lain adalah golongan sodium-glucose cotransporter 2 inhibitor (SGLT2). Obat jenis ini membantu menurunkan kadar gula darah dengan menghambat reabsorpsi glukosa pada tubulus proksimal. Namun, terdapat laporan kasus yang menunjukan bahwa SGLT2 inhibitor berkaitan dengan risiko peningkatan terjadinya ketoasidosis diabetes (KAD). […]

Terapi Aspirin sebagai Pencegahan Preeklampsia : Efektif atau Berbahaya?

Preeklampsia merupakan suatu komplikasi pada kehamilan yang dapat membahayakan, seperti terjadinya kelahiran premature hingga menyebabkan kematian baik janin maupun ibunya. Kondisi ini didasari oleh gangguan pembentukan pembuluh darah yang menghubungkan janin dan pembuluh darah ibu pada plasenta. (Untuk membaca lebih lanjut tentang patogenesis, patofisiologi dan diagnosis preeklampsia dapat dibuka di sini)

Suatu studi yang dilakukan pada tahun 1979 menunjukan bahwa wanita yang mendapatkan terapi aspirin dosis rendah secara regular selama masa kehamilan memiliki risiko lebih rendah mengalami terjadinya preeklampsia dibandingkan yang tidak.

Ringkasan Standar Pelayanan Medis Diabetes 2015 oleh American DIabetes Association

Oleh dr. Rahmanu Reztaputra

Artikel asli: Cefalu WT. Standarts of Medical Care in Diabetes-2015. Diabetes Care. 2015; 38: S1-93

Disclaimer: Artikel ini merupakan saduran dengan bahasa yang lebih sederhana dari artikel di atas. Target pembaca artikel ilmiah populer ini adalah mahasiswa rumpun ilmu kesehatan tingkat awal. Artikel ini lebih bertujuan sebagai pendahuluan atau membuka wawasan mengenai topik di atas. Untuk informasi yang lebih lengkap pembaca disarankan mencari artikel di atas.

Kabar gembira bagi seluruh tenaga medis dan semua pihak terkait pelayanan diabetes mellitus. American Diabetes Association pada Januari 2015 telah mengeluarkan pedoman pelayanan diabetes mellitus yang terbaru.

Pengobatan pada Hipertiroidisme dan Hipotiroidisme

A.    Hipotiroidisme
 I. Pengganti Hormon Tiroid

Dalam pengobatan hipotiroidisme, senyawa tiroksin dan triiodotironin yang dipakai adalah isomer L(Levo). Isomer ini digunakan karena memiliki aktifitas yang jauh lebih tinggi daripada isomer dextro.1

Tiroksin diabsorbsi paling baik di duodenum dan ileum. Akan tetapi tingkat absorpsinya dipengaruhi oleh keasaman lambung, flora saluran cerna, makanan, dan obat lainnya. Absorpsi melalui jalur oral T3 sekitar 95%, sedangkan Levotiroksin 80%1.

Pengaruh Olahraga Terhadap Metabolisme Trigliserida

Trigliserida (TG) yang bersirkulasi dalam darah memiliki peranan dalam transport lemak menuju ke jaringan, yaitu jaringan adiposa untuk penyimpanan energi dan ke otot untuk produksi energi. Beberapa jam setelah makan, sekitar 50-70% TG plasma dibawa dalam bentuk very low-density lipoporotein (VLDL). Sisanya dalam bentuk low dan high-density lipoprotein (LDL dan HDL).
Kadar TGA yang tinggi dalam darah atau suatu kondisi hipertrigliseridemia berkaitan dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner baik pada pria maupun wanita. Oleh karena itu, upaya penurunan kadar TG penting dalam mengurangi resiko penyakit jantung tersebut.

Pendekatan Klinis Hiperkalsemia

Artikel asli: Carroll MF, Schade DS. A practical approach to hypercalcemia. Am Fam Physician. 2003;67:1959-66

Disclaimer: Artikel ini merupakan saduran dengan bahasa yang lebih sederhana dari artikel di atas. Target pembaca artikel ilmiah populer ini adalah mahasiswa rumpun ilmu kesehatan tingkat awal. Artikel ini lebih bertujuan sebagai pendahuluan atau membuka wawasan mengenai topik di atas. Untuk informasi yang lebih lengkap pembaca disarankan mencari artikel di atas.

Hiperkalsemia merupakan kasus yang sebenarnya cukup sering ditemukan di pelayanan kesehatan primer.

Penatalaksanaan Obesitas

Obesitas dan overweight sangatlah berbeda. Overweight adalah kelebihan berat badan, sedangkan obesitas berarti terlalu gemuk. Obesitas merupakan suatu kelainan kompleks pengaturan nafsu makan dan metabolisme energi yang dikendalikan oleh beberapa faktor biologik spesifik. Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sehingga dapat mengganggu kesehatan.

Pembesaran Tiroid

Pembesaran tiroid, atau yang dikenal dengan istilah goiter, adalah manifestasi klinis yang paling umum dari penyakit pada kelenjar tiroid. Kemunculannya merefleksikan adanya kelainan sintesis hormon tiroid (T3 dan T4), yang sering disebabkan oleh adanya defisiensi konsumsi iodin.

Obesitas (Kegemukan)

Obesitas menurut WHO adalah kondisi penumpukan lemak di jaringan adiposa secara berlebihan yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.1 Obesitas pada seseorang dapat diidentifaksi dengan menggunakan BMI (Body Mass Index)/IMT (Indeks Massa Tubuh). IMT dihitung dengan menggunakan rumus berat badan (dalam kilogram) dibagi kuadrat tinggi badan (dalam meter). Nilai IMT diatas 30 menunjukkan bahwa seseorang mengalami obesitas.

Metode Kontrasepsi Hormonal

Salah satu metode kontrasepsi yang sudah digunakan sejak lama adalah dengan melakukan intervensi pada sistem hormonal seorang wanita. Berdasarkan waktunya, kita bisa membedakan menjadi kontrasepsi hormonal jangka pendek dan jangka panjang. Kontrasepsi hormonal jangka pendek dapat berupa pil kontrasepsi yang harus  diminum setiap hari. Disebut sebagai jangka pendek karena memang kerja dari pil yang sudah dikonsumsi tersebut hanya terjadi dalam waktu singkat. Seorang wanita harus setiap hari secara disiplin mengkonsumsi pil tersebut. Jika terlewat, resiko terjadi kehamilan setelah berhubungan seksual akan besar. Sementara itu, kontrasepsi hormonal jangka panjang dapat berupa injeksi atau suntik KB serta implan.