Terapi Aspirin sebagai Pencegahan Preeklampsia : Efektif atau Berbahaya?

Preeklampsia merupakan suatu komplikasi pada kehamilan yang dapat membahayakan, seperti terjadinya kelahiran premature hingga menyebabkan kematian baik janin maupun ibunya. Kondisi ini didasari oleh gangguan pembentukan pembuluh darah yang menghubungkan janin dan pembuluh darah ibu pada plasenta. (Untuk membaca lebih lanjut tentang patogenesis, patofisiologi dan diagnosis preeklampsia dapat dibuka di sini)

Suatu studi yang dilakukan pada tahun 1979 menunjukan bahwa wanita yang mendapatkan terapi aspirin dosis rendah secara regular selama masa kehamilan memiliki risiko lebih rendah mengalami terjadinya preeklampsia dibandingkan yang tidak.

Transient Ischemic Attack: Modifikasi Faktor Risiko dan Tatalaksana

Transient Ischemic Attack: Modifikasi Faktor Risiko dan Tatalaksana

Artikel asli: Simmons BB, Cirignano B, Gadebeku AB. Transient Ischemic Attack: Part II. Risk Factor Modification and Treatment. Am Fam Physician. 2012;86(6):527-532

Disclaimer: Artikel ini merupakan saduran dengan bahasa yang lebih sederhana dari artikel di atas. Target pembaca artikel ilmiah populer ini adalah mahasiswa rumpun ilmu kesehatan tingkat awal. Artikel ini lebih bertujuan sebagai pendahuluan atau membuka wawasan mengenai topik di atas. Untuk informasi yang lebih lengkap pembaca disarankan mencari artikel di atas.

Artikel ini merupakan lanjutan dari Transient Ischemic Attack: Diagnosis dan Evaluasi.

Transient Ischemic Attack: Diagnosis dan Evaluasi

Artikel asli: Simmons BB, Cirignano B, Gadebeku AB. Transient Ischemic Attack: Part I. Diagnosis and Evaluation. Am Fam Physician.2012;86(6):521-526

Disclaimer: Artikel ini merupakan saduran dengan bahasa yang lebih sederhana dari artikel di atas. Target pembaca artikel ilmiah populer ini adalah mahasiswa rumpun ilmu kesehatan tingkat awal. Artikel ini lebih bertujuan sebagai pendahuluan atau membuka wawasan mengenai topik di atas. Untuk informasi yang lebih lengkap pembaca disarankan mencari artikel di atas.

Transient Ischemic Attack (TIA) merupakan salah satu faktor resiko stroke. TIA bukanlah stroke. Definisi TIA sudah mengalami beberapa kali perubahan.

Tetralogy of Fallot (ToF)

Disusun oleh Davrina Rianda, S.Ked

ToF muncul pada 3 dari 10.000 angka kelahiran. Kondisi ini merupakan penyebab tersering dari penyakit jantung sianosis pada pasien usia neonatal, dan muncul pada 10% dari seluruh lesi jantung kongenital. ToF adalah defek jantung kongenital sianotik yang mana kelainan utamanya adalah deviasi anterior dari septum infundibulum (septum otot yang memisahkan aliran darah ke pembuluh darah aorta dan pulmoner).
 Etiologi ToF bersifat multifaktorial. Anomali kromosom yang berhubungan dengan ToF dapat berupa trisomi 21, 18, dan 13, serta mikrodelesi dari kromosom 22.

Tekanan Darah

Tekanan arteri rata-rata merupakan tenaga utama yang mendorong darah ke jaringan. Tekanan tersebut harus dijaga karena jika terlalu lemah, aliran darah tidak akan adekuat ke organ dan jaringan. Sementara jika berlebih, jantung akan bekerja terlalu keras serta terjadi peningkatan resiko kerusakan vaskular maupun rupturnya pembuluh darah kecil. Tekanan ini ditentukan oleh dua faktor yaitu cardiac output dan resistensi perifer total (TPR).

Karena tergantung dengan cardiac output dan derajat vasokonstriksi arteriol, jika arteriol dalam suatu organ berdilatasi, arteriol di organ lain harus berkonstriksi untuk tetap menjaga tekanan darah yang adekuat.

Sindrom Koroner Akut

Pendekatan Klinis Nyeri Dada

Nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan bermacam organ seperti jantung, paru, pembuluh darah hingga organ pencernaan. Infark miokard menjadi diagnosis utama pasien yang datang ke rumah sakit karena nyeri dada. Selain infark miokard, kelainan pada saluran cerna seperti refluks gastroesofagus, kelainan motilitas esofagus, ulkus peptikus dan batu empedu rupanya menjadi diagnosis utama pasien nyeri dada yang datang ke rumah sakit.

Skor TIMI Pada Stemi dan Non Stemi

Pada saat melakukan diagnosis kasus sindrom koroneri akut, prognosis pasien juga perlu dipertimbangkan. Saat ini, salah satu sistem skoring yang sering digunakan adalah TIMI Score (Thrombolysis in Myocardial Infarction (TIMI). Skor TIMI berbeda antara kasus STEMI (ST-elevation myocardial infarction) dengan kasus NSTEMI (non ST-elevation myocardial infarction).

Pada kasus N-STEMI, sebelumnya kita perlu perhatikan tanda dan gejala berupa: nyeri dada iskemi pada saat istirahat dalam 24 jam terakhir, dengan disertai bukti penyakit jantung koroner (dapat berupa deviasi segmen ST atau peningkatan penanda enzim jantung).

Sianosis Kardiovaskular

Sianosis adalah suatu keadaan di mana kulit dan membran mukosa berwarna kebiruan akibat penumpukan deoksihemoglobin pada pembuluh darah kecil pada area tersebut. Sianosis biasanya paling terlihat pada bibir, kuku, dan telinga. Derajat sianosis ditentukan dari warna dan ketebalan kulit yang terlibat. Sebenarnya, penilaian akurat dari derajat sianosis ini sulit ditentukan, karena tingkat penurunan saturasi oksigen yang dapat berakibat sianosis berbeda pada tiap ras.

Penyakit Katup Jantung: Insufisiensi Katup

Regurgitasi katup mitral (mitral regurgitation/MR)
Regurgitasi katup mital merupakan akibat dari abnormalitas struktur annulus mitral, katup, korda tendinea, atau otot papilaris. Beberapa penyebab dari MR ini yaitu:

Degenerasi myxomatosa, dapat menyebabkan pembesaran katup sehingga katup menggelembung ke dalam atrium kiri selama fase sistolik
Demam rheumatic, menyebabkan pemendekan korda tendinea dan retraksi katup
Kardiomyopati hipertrofi obstruktif, dapat mencegah penutupan katup secara normal
Kalsifikasi annulus mitral, dapat terjadi karena penuaan namun lebih umum ditemukan pada individu yang memiliki hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal stadium akhir.

Penyakit Arteri Perifer atau Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD) merupakan suatu kondisi adanya lesi yang menyebabkan aliran darah dalam arteri yang mensuplai darah ke ekstremitas menjadi terbatas. Arteri yang paling sering terlibat adalah femoris dan popliteal pada ekstremitas bawah dan brakiosefalika atau subklavia pada ekstremitas bawah. Stenosis arteri atau sumbatan karena aterosklerosis, tromboembolism dan vaskulitis dapat menjadi penyebab PAD. Aterosklerosis menjadi penyebab paling banyak dengan kejadiannya mencapai 4% populasi usia di atas 40 tahun, bahkan 15-20% pada usia lebih dari 70.