Sistemik Lupus Eritematosus: Faktor Risiko dan Patogenesis

Apa itu systemic lupus erythematosus? Systemic Lupus Erythematosus¬†(SLE) atau yang dikenal sebagai lupus merupakan penyakit autoimun yang mana kerusakan organ serta selnya dimediasi oleh autoantibodi serta kompleks imun. Autoantibodi tersebut pada sebagian besar penderitanya sudah ada beberapa tahun sebelum mulai timbul gejala klinis. Semua orang dari berbagai golongan usia, etnis maupun gender dapat berisiko mengalami […]

Klasifikasi Nefritis Lupus (International Society of Nephrology and Renal Pathology Society)

Pada biopsi ginjal, pola dan beratnya jejas penting dalam menentukan diagnosis serta terapi yang paling baik. Saat ini, kriteria nefritis lupus telah menggunakan klasifikasi dari International Society of Nephrology (ISN) dan Renal Pathology Society (RPS). Sistem tersebut berfokus pada penyakit glomerulus meskipun adanya penyakit pada interstitial tubulus dan vaskular juga penting dalam mempengaruhi outcome klinis.

Tekanan Darah

Tekanan arteri rata-rata merupakan tenaga utama yang mendorong darah ke jaringan. Tekanan tersebut harus dijaga karena jika terlalu lemah, aliran darah tidak akan adekuat ke organ dan jaringan. Sementara jika berlebih, jantung akan bekerja terlalu keras serta terjadi peningkatan resiko kerusakan vaskular maupun rupturnya pembuluh darah kecil. Tekanan ini ditentukan oleh dua faktor yaitu cardiac output dan resistensi perifer total (TPR).

Karena tergantung dengan cardiac output dan derajat vasokonstriksi arteriol, jika arteriol dalam suatu organ berdilatasi, arteriol di organ lain harus berkonstriksi untuk tetap menjaga tekanan darah yang adekuat.

Klasifikasi Nefritis Lupus oleh International Society of Nephrology and Renal Pathology Society

Pada biopsi ginjal, pola dan beratnya jejas penting dalam menentukan diagnosis serta terapi yang paling baik. Saat ini, kriteria nefritis lupus telah menggunakan klasifikasi dari International Society of Nephrology (ISN) dan Renal Pathology Society (RPS). Sistem tersebut berfokus pada penyakit glomerulus meskipun adanya penyakit pada interstitial tubulus dan vaskular juga penting dalam mempengaruhi outcome klinis.

Sistemik Lupus Eritematosus: Faktor Risiko dan Patogenesis

Apa itu systemic lupus erythematosus?

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang dikenal sebagai lupus merupakan penyakit autoimun yang mana kerusakan organ serta selnya dimediasi oleh autoantibodi serta kompleks imun. Autoantibodi tersebut pada sebagian besar penderitanya sudah ada beberapa tahun sebelum mulai timbul gejala klinis. Semua orang dari berbagai golongan usia, etnis maupun gender dapat berisiko mengalami SLE. Namun, sekitar 90% penderitanya adalah wanita dalam usia produktif.

Bagaimana patogenesis terjadinya systemic lupus erythematosus?

SLE merupakan penyakit yang bersifat multifaktorial. Terdapat interaksi antara gen dan faktor lingkungan yang kemudian menghasilkan respon imun yang abnormal.

Pendekatan Klinis Hiperkalsemia

Artikel asli: Carroll MF, Schade DS. A practical approach to hypercalcemia. Am Fam Physician. 2003;67:1959-66

Disclaimer: Artikel ini merupakan saduran dengan bahasa yang lebih sederhana dari artikel di atas. Target pembaca artikel ilmiah populer ini adalah mahasiswa rumpun ilmu kesehatan tingkat awal. Artikel ini lebih bertujuan sebagai pendahuluan atau membuka wawasan mengenai topik di atas. Untuk informasi yang lebih lengkap pembaca disarankan mencari artikel di atas.

Hiperkalsemia merupakan kasus yang sebenarnya cukup sering ditemukan di pelayanan kesehatan primer.

Mengukur Tekanan Darah

Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan jantung, yang kemudian diteruskan keseluruh pembuluh darah. Tekanan darah terdiri dari tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan sistolik ditimbulkan oleh kontraksi jantung, sedangkan tekanan diastolik ditimbulkan saat jantung berelaksasi. Dalam keadaan normal kedua tekanan ini akan turun dan naik secara bersamaan. Secara normal tekanan darah akan sedikit naik turun sesuai dengan aktivitas dan emosi, juga dapat berubah sesuai usia, jenis kelamin dan penyakit. Tekanan darah wanita biasanya 10 mmHg lebih tinggi dari pria.

Alat yang dibutuhkan
‚ÄĘ Alat pengukur tekanan darah (tensimeter, sphygmomanometer).

Mengapa Penderita Diabetes Mellitus Sering Buang Air Kecil?

Mengapa penderita diabetes mellitus seiring mengeluhkan buang air kecil berlebih?

Poliuria didefinisikan sebagai berlebihnya volume urin yang mencapai 3L/hari bahkan lebih. Banyaknya volume urin yang dihasilkan biasanya akan disertai dengan gejala seringnya buang air kecil, nokturia, haus dan polidipsi. 1

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan poliuria yaitu:

Berlebihnya intake cairan yang biasanya berkaitan dengan gangguan psikologis yang menyebabkan seseorang meminum air terlalu banyak. Meskipun jarang, salah satu penyebab kasus ini adalah lesi di struktur hipotalamus.
Peningkatan isi zat terlarut dalam tubulus ginjal.

Komplikasi Kardiovaskukar dan Ginjal pada Diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang terdapat pada sekitar 5% populasi. Orang dengan diabetes dapat kekurangan hormon insulin secara keseluruhan atau menjadi resisten terhadap kerjanya. Kondisi resistensi yang terjadi setelah dewasa disebut DM tipe 2, yang dialami oleh 96% pasien diabetik. Meskipun bukan penyebab tunggal, obesitas merupakan salah satu faktor yang bertanggungjawab dengan terjadinya DM tipe 2. Asam lemak yang tinggi dalam darah karena ketidakseimbangan suplai dan pengeluaran energi akan menurunkan penggunaan glukosa di otot dan jaringan. Akibatnya terjadi resistansi insulin yang memaksa peningkatan pelepasan insulin.

Kaitan Diabetes dengan Hipertensi

Tekanan darah rata-rata merupakan kekuatan utama untuk mendorong darah ke jaringan. Tekanan darah tersebut harus diatur supaya tidak berlebih maupun kurang. Jika tekanan darah kurang, dikhawatirkan darah tidak dapat menjangkau organ-organ yang membutuhkan terutama otak. Jika berlebih, jantung akan bekerja terlalu keras juga terjadi peningkatan resiko kerusakan vaskular maupun rupturnya pembuluh darah kecil. 1

Meskipun terdapat kontrol tekanan darah, terutama yang dilakukan oleh baroreseptor di dalam sistem sirkulasi, kadangkala mekanisme tersebut tidak berjalan dengan baik.